Tuesday, May 23, 2017

Seperti Langit

HELLO! ITS BEEN SO LONG! *talking to myself*

so, after a half year deactivating this blog, finally i have a courage to open it again...

alasan saya waktu itu agak konyol sih. jadi saya mulai merasa orang di sekitar saya jadi mengenal saya lewat laman ini. bukan mengenal saya karena mereka dekat atau mengobrol dengan saya. waktu itu merasa ngga nyaman aja ketika ada orang yang nyamperin saya trus ngomong,

"eh sar di blog lo yang ini kenapa gitu deh?"

"sar gue baru tau ternyata lo bla bla bla abis baca blog lo"

dan semacamnya.

jujur saya merasa awkward with that kind of situations. apalagi saya merasa ngga mampu untuk menjawab hal-hal itu secara langsung. mampu sih, hanya saja ngga total. saya takut orang jadi salah menangkap maksud saya.

ya ya ya, itu adalah alasan konyol karena : justru itu gunanya sebuah blog!

saya ngga mampu mengutarakan perasaan saya secara langsung kepada banyak orang (kecuali sahabat terdekat), sedangkan saya mau berbagi cerita dengan oranglain. maka dari itu, saya harap orang jadi mengerti pemikiran saya lewat tulisan-tulisan yang ala kadarnya ini. dan saya mau bilang terima kasih banyak buat semua yang udah ngikutin cerita saya :D

sekarang jadi aneh ya saya punya dua blog(?) saya masih bingung apakah saya akan memindahkan tulisan di laman baru saya (langitsemakinbiru.blogspot.com) kesini lalu menghapusnya. atau saya buat laman itu menjadi tulisan-tulisan serius sedangkan disini sebagai laman curhat (yang memang sudah begitu adanya semenjak dibuat). atau! saya biarkan begini saja?

saya pikir-pikir dulu deh


saya mau curhat dulu. udah lama ngga curhat.

kata temen-temen, bulan ini adalah bulan miskin. sepertinya benar. soalnya dompet saya kering banget. minggu lalu saya terbangun dengan keadaan ngga punya uang sama sekali dan ngga punya pulsa atau kuota buat minta uang ke bapak. sedih. untungnya, ternyata saya masih ada bonus pulsa nelfon. saya nelfon kakak saya minta uang (soalnya gaenak banget rasanya minta uang sama orangtua). saya malu sebenernya, tapi gimana ya aku ndak bisa makan hehe

akibat dari tidak adanya kuota itu membuat hidup saya hampa, sebagai manusia modern. di satu sisi saya kesepian. tapi di sisi lain saya bersyukur. sangat bersyukur.

seperti kata Gus Adhi tadi siang, "HP adalah monster baru"

udah lama banget semenjak terakhir kali saya menikmati hidup saya tanpa HP (sebenarnya saya selalu menikmati hidup saya tapi kenikmatan itu dibagi sama HP). PADAHAL HP ITU BUKAN PACAR SAYA, DAN SAYA GAK PUNYA PACAR UNTUK DIKONTAK :( #curhatberfaedah

ketika sehari-hari saya makan dengan kawan saya, tanpa HP. mengobrol seutuhnya dengan mereka, menikmati makanan saya dengan baik.

ketika saya membaca buku saya dengan sepenuh hati karena tidak ada hasrat untuk melihat HP tanpa kuota.

ketika saya memutuskan keluar dari kamar saya, berjalan sendiri sambil menyapa tukang parkir, tukang dagang, tukang apapun yang saya lewati. kemudian saya hanya diam, melihat matahari terbenam dari pinggir jalan. entah kenapa itu menjadi kenikmatan dalam hidup saya.

ketika saya pergi ke rumah sepupu saya untuk melihat bayi yang baru lahir. saya mengobrol dan mendapat banyak ilmu baru dari mereka. saya jadi banyak bercerita tentang hidup saya, menjadikannya sebagai bahan introspeksi diri. saya sadar betul bahwa silaturahmi adalah hal yang sangat indah.

ketika saya tidak ada rencana di akhir pekan. saya pergi ke Jimbaran naik bus. saya ke kosan Hesti. dari siang sampai sore kami mengobrol tentang banyak hal, seperti kami sejak dulu masih SMA. sore harinya kami pergi ke pantai, hanya untuk mengobrol sambil melihat laut. di antara deru ombak, kami membicarakan relationship views, tentang S2, tentang hal-hal yang menghambat perkembangan diri masing-masing, dan kami saling menguatkan. saling mengingatkan.

keesokan harinya, kami ke pantai lagi. kali ini untuk berenang di laut. pagi-pagi sekali kami sudah berangkat, menjadi pengunjung pertama di pantai itu di hari minggu. pantai itu memang selalu sepi. hanya ada beberapa orang saja yang datang selama saya disana. tidak sampai 10 orang.


......................................................


saya tau saya sudah mengatakannya berkali-kali. tapi, saya ngga bisa berhenti mengungkapkan betapa saya sangat mencintai langit, apalagi jika warnanya biru, tanpa awan yang menutupinya.

mungkin ini akan menjadi momen favorit saya : saat saya mengambang di atas laut, dengan ombak-ombak kecil yang menggoyangkan tubuh saya seperti nina bobo. saya memandangi pepohonan yang di atasnya ada langit biru.

ngga ada pikiran lain. semua masalah sirna begitu saja. selama beberapa waktu itu dunia saya hanya laut dan langit.




begitu lah. hidup yang bisa saya nikmati seutuhnya tanpa gangguan. saya buka kembali blog ini dengan sebuah filosofi hidup yang saya inginkan.

saya ingin menjadi seperti langit biru tanpa awan. its so clear, and beautiful just the way it is.

ini Rinjani, bukan pantai. di pantai ga foto. tapi langitnya kayak gini

Monday, November 21, 2016

Merasakan Diri Sendiri

belakangan ini hidup saya seperti menemukan sebuah titik terang. saya sampai di sebuah perjalanan hidup dimana saya merasa telah lolos dari jalan yang penuh dengan tikungan-tikungan berbahaya. saya sadar bahwa ternyata kita bisa belajar untuk mencintai sesuatu. ketika di waktu kemarin saya banyak merasakan kegundahan, akhirnya sekarang saya bisa menemukan sesuatu untuk di pijak. saya akan mulai menapaki jalan baru di penghujung tahun. jalan yang lama sebentar lagi sudah mencapai ujungnya. dan saya sangat bersemangat untuk hal itu.

barangkali memang benar kata perempuansore. bahwa ketika kita sedang pergi ke tempat yang paling liar sedunia, disanalah kita bisa merasakan diri kita sendiri.

entah sudah berapa banyak tempat baru yang saya kunjungi. disana saya menginjak tanah yang berbeda, mencium udara yang berbeda, mengecap rasa yang berbeda, serta menemukan inspirasi baru untuk hidup saya. dan dimana-mana, di semua tempat baru itu : saya merasakan diri saya yang sesungguhnya.




Sunday, October 30, 2016

Sebuah Ironi

ketika suatu hari sedang melaksanakan ujian, saya duduk di belakang. saya ambil kertas ujian dari dosen saya lalu saya baca pertanyaannya satu persatu.  tidak ada yang tau. tidak akan ada yang tau. bahwa ketika itu saya mengalami gejolak di dalam jiwa saya.

saya tidak mau menyontek. itu bukan pribadi saya. menyontek dengan mengambil hak yang lain itu sama saja. mengambil hak yang lain dengan korupsi itu tidak jauh berbeda.

tapi pertanyaan yang saya hadapi sangat sulit untuk dikerjakan sendiri. sedangkan teman-teman saya semuanya melihat jawaban dari handphone mereka masing-masing.

suara adzan ashar berkumandang, terdengar hingga ke dalam kelas. suara panggilan untuk beribadah itu membuat saya terdiam. saya hanya diam selama adzan berkumandang. kertas ujian saya masih kosong. saya ingin sekali menangis. karena pada akhirnya saya masih saja kalah. saya kalah lagi dengan kemunafikan.

maafkan saya, Ibu Pertiwi


Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2016


Thursday, October 27, 2016

Bersama Calon Antropolog

pernah gak sih kalian menemukan teman-teman yang, sejak awal dipertemukan udah bisa melebur dan bersama mereka kalian langsung bisa bebas berekspresi?

bagi gue, orang-orang itu adalah kerabat (panggilan untuk para antropolog di Indonesia). manusia-manusia yang katanya bermasa depan suram kerjaannya neliti manusia purba. atau malah kadang dibilang ilmu bintang sama tukang gali-gali tanah(?)\

sejak awal masuk antropologi, gue merasakan tantangan luar biasa. berbaur dengan manusia Indonesia tetapi dari beragam suku serta latar belakang. karena letak Udayana yang berada di tengah-tengah, kita itu perpaduan antara barat sama timur. setengah barat, setengah timur. semester satu itu masa yang lucu, sebenernya. kita baru kenal, terus pas mau inisiasi repot kesana-kemari ngurus tugas sama barang bawaan yang aneh tapi tetep aja kita gak protes apa-apa. soalnya katanya inisiasi antrop itu termasuk yang keras zzz

di inisiasi kita udah berasa keluarga, padahal belum dilantik. tapi kita pipis bareng, makan bareng, ibadah bareng, olahraga bareng, salah bareng, dimarahin bareng, dan yang pasti ketawa-ketawa sampe mau mampus ngeliat aslinya anak antrop kayak apa. inget gak sih dulu kita makan apel buat 40 orang, ada yang sok jijik gak karuan hahaha, kita cuci tangan dua baskom buat ber-40, kita makan di satu alas, kita minum di satu gelas. terus setiap makanan cewek ada yang gak abis, pasti dibantu abisin sama yang cowok.

kita latihan penelitian di desa penglipuran, kita bahagia jalan-jalan disana padahal kita gak ngerti masyarakatnya ngomong apa. mereka semua ngomong pake bahasa bali. cuma mejeng sambil ngangguk-ngangguk adalah guee... wkwkwkwk. kita beli loloh cemcem sampe kenyang bego kirain cuma dijual disana taunya di denpasar juga banyak :( inget pas lagi nunggu sesi berikutnya, kita melakukan deep conversation , beberapa teman maju ke depan dan dengan pedenya dia menceritakan kehidupan pribadinya yang membuat kita semua ingin menitikkan airmata.

dear kerabat, inget gak sih kita malem-malem jalan di kebon, disuruh minum air asin, pahit, asem, manis. kita ada yang muntah-muntah, ada yang nangis sangking bodohnya ya Allah kocak. akhirnya kita di siram dengan upacara yang sangat syahdu ditengah api unggun malam. resmi menjadi kerabat. taunya maksud dari air itu adalah proses ketika masuk ke dalam sebuah lingkungan baru. kita awalnya merasakan asin, pahit, asem, sampai akhirnya menjadi manis.

hari-hari selanjutnya kelas kita jadi seru. setiap hari kita gak boleh pulang dulu karena selalu ada yang harus diomongin. tapi tiba-tiba omongan kita melenceng lalu berakhir dengan ajakan untuk pergi ke pantai. entah udah berapa kali kita pergi ke pantai secara random, bisa berangkat terus pulangnya mikir gimana. pernah kita pulang dari jualan di bazaar, nebeng sama pick up kulkas dari GWK sampe Denpasar.

hampir setiap malem kita nongkrong buat ngerjain tugas sambil pesen makanan enak. makanannya selalu patungan karna kita bokek. dulu kita nyebut itu sebagai tradisi akhir bulan. berbagai masalah pun datang. kita berantem mulu. drama berantemnya di depan kelas. Gaby ngelempar buku ke Agus. itu kocak dan bodoh.

semester 2 mulai berubah, kawan...

kita semua mulai mencari jalur baru. kesenangan-kesenangan di luar kelas. setiap pulang langsung pulang. gak ada lagi kumpul di kelas untuk sekedar membicarakan acara antrop selanjutnya. gak ada lagi yang namanya ngetawain orang bareng sama nipu dosen berjamaah. kangen gak sih?

gue kangen banget nih sama kerabat mahasiswa antropologi udayana 2015

"Antro, jangan pulang dulu!", kapan kalimat itu muncul lagi di akhir kelas?


Monday, October 17, 2016

Manusia Bebas

gue sangat kesal dengan berbagai kalangan masyarakat saat ini. semakin gue belajar, gue semakin berpikir dan berpikir. semakin gue peka dengan kehidupan ini, gue jadi sadar dan semakin bertanya-tanya :

buat apa kita belajar ilmu sampai ke negeri cina, seluas jagat raya, setinggi langit. tapi kita gak ada yang punya etika?

manusia hanya menjadi semakin serakah. kemudian kita para generasi muda dipaksa untuk menjadi toleran. gak semua pemuda-pemudi menangkap apa itu yang dimaksud dengan toleran, non-racist, generalist. gak semuanya paham betul, dimana mereka menyalahgunakan kata-kata itu sebagai bentuk dari permakluman perbuatan yang buruk.

Indonesian people always judge, katanya. mereka yang ngomong gitu, kebanyakan adalah mereka yang marah-marah kalo di kritik. dibilang kita lagi menghakimi. lalu mengatakan bahwa kita sok suci. mereka yang sekarang hanya berpikir bagaimana caranya jadi tenar terus keliatan bagus dari luar padahal dalemnya super busuk. mereka yang sekarang hanya memikirkan "caption apa yang bagus buat foto gue ini ya?" dibandingkan membaca kisah perjuangan para pahlawan Indonesia, baik yang sudah gugur ataupun masih ada. sampai kapanpun negara ini tidak akan pernah maju.

kita, bukan generasi emas. kita, adalah generasi salah fokus.

lahir ke dunia ini bukan sebagai anak dari seorang ibu. melainkan lahir dari sebuah realita bernama pabrik manusia. diciptakan oleh kaum kapitalis. kamu lahir, kamu belajar hal-hal yang belum tentu kamu sukai, kamu kebingungan, kamu mengikuti apa yang oranglain suka, lalu kamu terpaksa menjalani kehidupan yang kata orang itu normal, pada akhirnya kamu mati sia-sia sebagai manusia yang selalu berbohong. berbohong pada diri sendiri. berpura-pura jadi oranglain yang bukan kamu.

kita dilahirkan untuk keperluan industri. kamu dibutuhkan lalu kamu dapat. kamu tidak dibutuhkan maka kamu dibuang. buat apa kamu jadi antek-antek oranglain?


teman-teman, hanya sedikit sekali manusia bebas di dunia ini.

semoga kalian yang membaca termasuk orang-orang yang tidak suka bohong pada diri sendiri.

semoga kalian dapat berbaring di tengah mimpi kalian, tersenyum, dan bebas.