Showing posts with label Chandra Purnama. Show all posts
Showing posts with label Chandra Purnama. Show all posts

Tuesday, August 23, 2016

Aisyah dan Wanadri #1


ini adalah janji gue kepada salah satu sahabat terbaik gue, yaitu : Aisyah Jasmine Yogaswara.

mau tau janji gue untuk Ai itu apa?

"menyambut dia di upacara penutupan Pendidikan Dasar Wanadri 2016".


back to the time where she first decided to join W. 2014.

Wanadri. sudah menjadi kiblat di dunia pencinta alam di Indonesia. ialah pioneer berbagai lintas alam. gunung, sungai, rimba, tebing, laut. sebuah komunitas besar yang membuat siapapun harus mikir (jangankan dua kali mikir) berkali-kali untuk ikut. bagaimana tidak? pendidikannya harus melewati berbagai tahap. sebelum pendidikan ada proses seleksi yang ketat. mulai dari tes kecerdasan, tes kesehatan, tes fisik, sampai tes psikologi. hingga menjalani pendidikan selama satu bulan di alam bebas. semua medan ditempuh, termasuk longmarch sejauh 120km lebih. itulah Wanadri. 

lalu Ai, 2 tahun yang lalu. suatu ketika setelah pacaran dengan Kak Tias yang notabene adalah anak Wanadri. Ai datang ke upacara penutupan PDW (Pendidikan Dasar Wanadri) tahun 2014 (PDW diadakan setiap 2 tahun sekali). gue sangat ingat, kala itu Ai cerita di group Chandra Purnama. dia cerita kalo dia gak ikut upacara sampai selesai. dia lari ke mobil bilang mau duluan, padahal dia menangis. dia menangis sendirian, karena dia sangat ingin untuk berada disana. dia ingin menjadi peserta PDW yang dilantik di Kawah Upas. saat itulah, pertama kalinya Ai bilang dia ingin ikut Wanadri.

menjalani keseharian selama SMA, di dunia yang tidak jauh dari hal-hal mengenai pencinta alam yaitu ekskul Sisgahana SMAN 70 Jakarta. kita sering banget bercanda. "ahahaha tunggu aja nanti sampe Ai ikut W", "ciye pastilah Ai ikut Wanadri", "nanti kalo lu ikut Wanadri lu latih semua anak Sisga ya Ai", dan masih banyak lagi. candaan itu keluar begitu saja tanpa ada beban... tanpa tau itu semua akan benar-benar terjadi. di tahun itu jugalah, Chandra Purnama : gue, Dinda, Della. membuat janji untuk hadir saat Ai bisa sampai akhir ketika ikut PDW.

Ai menerima banyak tantangan dari orangtuanya untuk dibolehkan ikut PDW. berhubung salah satu syarat untuk mengikuti PDW adalah adanya tanda tangan "kontrak mati" dari orangtua kepada Wanadri. jadi apabila salah satu peserta meninggal dunia saat PDW berlangsung, orangtua tidak boleh menuntut komunitas tersebut. siapa orangtua yang gak was-was?

Ai harus diterima di salah satu PTN di Indonesia. Ai belajar mati-matian untuk bisa masuk PTN yang diimpikan, juga jurusan yang diimpikan. akhirnya Ai diterima di Fakultas Hukum Universitas Padjajaran. syarat yang kedua, Ai harus mencapai IP di atas 3. dan lagi-lagi dia berhasil. Ai, semoga lo sadar kalau lo itu salah satu orang paling beruntung di dunia dengan semua yang lo miliki saat ini. ingat itu!!! *sinetron*

Aisyah memperkuat niatnya dengan alasan : dia ingin memiliki keluarga di Bandung. dia ingin memiliki saudara yang mau "susah-senang" sama dia, seperti sama CP dulu. gue ngerti, gue berharap lo sudah menemukan keluarga lo setelah pulang nanti. amin.

gue gak tau apa aja perjuangan yang lo lalui. maaf gue gak ada di samping lo pas lo lagi menjalani semua itu. gue baru sadar kalau lo sedang menjalani impian lo. entah kenapa gue merasa bahagia banget seakan-akan gue juga ikut PDW (padahal gak mungkin). gue bahkan tetap bisa tersenyum ketika melihat lo repot pra-PDW. gue tau itu perjuangan besar. susah banget untuk melalui itu semua. tapi gue seneng, seneng banget. karena entah kenapa gue udah tau dan gue yakin 99,9% : perjuangan besar itu akan lo menangkan dengan hasil yang besar pula. seperti elo yang kita tau, the powerful Aisyah who will get everything she wants.


gue merinding disko waktu baca lagi blognya Ai tahun 2014, 

http://jasmineandherlife.blogspot.co.id/2014/09/wan.html

"Wan...

001
Iya, memang iya
Kita berdiri di tempat yang sama
Tidak, tapi tidak
Kita tak bisa jadi sama

002
Tetap tidak bisa setara

003
Kita tidak akan setara
Sebelum aku bisa berdiri persis ditempatmu
Sebelum aku merasakan yang kamu rasakan
Sebelum aku menjalani yang kamu jalani
Sebelum aku melalui yang kamu lalui

004
Air mata jadi doa
Peluh jadi bukti
Kulit kulit terbakar

005
Adalah bagaimana
Bagaimana untuk bertahan dalam lelah, dalam sukar, dalam keputusasaan, dalam lemah, dalam rendah, dalam tekanan, dalam rapuh, dalam derita

006
Dan aku mau
Aku bersedia
Aku akan melakukan segalanya, apapun
Untuk berdiri ditempatmu berdiri
Untuk jadi setara denganmu

007
Wanadri "



to be continued....


Friday, August 19, 2016

Chandra Purnama #44


Pew, dimanapun kalian, semoga kalian tetap sehat dan bahagia ya. terutama aisyah yang lagi pendidikan dasar wanadri (walaupun aneh juga kalo lo bahagia di tengah hutan nun jauh disana, tapi pasti ada secercah kebahagiaan karena itu merupakan impian lo yakan?)


gue gatau kenapa gue malah nulis di blog bukannya di group Chandra Purnama. i know we're so busy with our own schedule, but thats why i wrote this...

gue gak menyalahkan kesibukan itu. gue mau curhat. gue sedih. gue gak tau apa yang gue jalani udah bener atau belum. gue gak tau apakah worth it untuk pulang larut malam demi mengerjakan suatu acara yang lagi gue jalani. gue gak merasakan apapun saat menjalani semua ini. gue buntu, gue mati rasa, gue gak excited, gue gak tau mana jalan yang harus gue pilih.

gue sendirian. gak ada kalian yang selalu tau kita harus kemana. kalian yang tau gue bahkan lebih dari diri gue sendiri. kadang gue cuma pengen ada kalian untuk "menunjukkan jalannya". ada kok rasa bahagia dan bangga saat menjalani ini semua. tapi beda... effort-nya beda sama gue yang dulu.

inget quotenya Bob Marley yang, "the truth is, everybody is going to hurt you. you just got to find the ones worth suffering for"

layaknya quote itu, organisasi atau wadah yang kita tempati pun begitu. mereka akan menyeret kita, membuat kita tertatih-tatih dengan bermacam perjuangan. kita cuma perlu menemukan mana yang pantas untuk diperjuangkan. and i dont know "the ones" worth suffering for....

intinya gue bodoh, labil, gak jelas


Pew, jangan saling melupakan ya. satu hal yang akan selalu gue ingat. kalian selalu ada. bulan purnama akan selalu muncul. hal sekecil melihat purnama saja bisa membuat gue menangis, apalagi kalau kita berhasil mencapai apa yang kita impikan.

karena impian kalian adalah impian gue juga. kebahagiaan kalian adalah kebahagiaan gue juga. sampai berjumpa di Situlembang.




love,

sapita


Sunday, June 26, 2016

Kita Belum Penuh

Selasa, 7 Juni 2016

Hari ini jemput ai di bandara. Pesawat dia delay lama banget. Gue berangkat dari kosan jam 7 abis buka puasa ditemenin febby sama firly yang baik. Gak lama nunggu, gue lagi foto-foto bertiga terus gue liat ai dan langsung menghambur ke pelukan dia sambil refleks teriak kenceng banget. Semua orang ngeliatin… semua orang ngeliatin kita seperti berjuta-juta tahun gak ketemu padahal cuma 4 bulan gak ketemunya

Setelah heboh gak jelas, ai kenalan sama firly febby. Kita jalan sambil ngobrol terus febby udah ketauan recehnya sejak awal wakaka! kita naik motor. febby bonceng ai, gue dibonceng firly. Bukan gue yang nyetir karena katanya lama #ampun

Kita langsung cus makan di bebek bu rima. Ai makannya gapake nasi katanya udah gak makan nasi 3 minggu ANJIR gue langsung malu jadinya hehe. Dia perbadaian banget pokoknya mana rambutnya warna ashy gitu sekarang 

Selesai makan di bu rima kita pulang ke kosan. Ai kenalan sama torkis. Duh ngakak kalo inget cerita torkis sama ai. Jadi waktu gue ulangtahun kemaren ai nitip beliin cake sama bunga buat gue lewat torkis. Terus febby ngebajak hpnya torkis begini kira-kira :

Ai “beliin dia bunga apa aja deh yang ada”
Torkis “jadinya gue beliin bunga yang segede turut berduka cita itu ai. Murah Cuma 57rb”
Ai “serius kis?”
Torkis “iya serius. Tulisan lu yang buat dia gua taro di pojok kanan. Sisanya puisi dari gua”
Ai “yang bener aja kis”
Torkis “iya gua mau sekalian nembak dia. Maaf ya ai”
Ai “lu yang mau nembak kenapa jadi gue yang bayarL
Torkis “tapi lu setuju kan gua sama dia?”
Ai “I don’t know you tho. As long as shes happy”

LAHAHAHAHA BEGO BANGET AI MALAH PERCAYA PULA
Oke lanjut.

Tau-tau ai nyuruh gue nelfon orang ngejelasin jalan menuju kosan gue. ternyata itu adit. Temen casis wanadri dia yang anak tekpang unud. Dari kemaren ai udah cerita gitu. Terus pas adit dateng kenalan, nah dia seru banget orangnya parah. Asik gitu. Jadi kita ngobrol di depan kosan gue sampe jam setengah 12 malem. Padahal harusnya gue ngerjain tugas. Gue emang lagi ngerjain tugas uas yang belum selesai-selesai -_- jadi firly torkis ngerjain di kamar febby. Pas udah selesai kita ke kamar febby. Dan torkis zonk banget beneran nanya ke ai pertanyaan SUPER ZONK,

“ai gua mau nanya nih ya satu pertanyaan aja. Dia sengablu ini gak sih pas SMA?” dengan nada sewot, as always.

Ai jawabnya LEBIH NGABLU WKWKWK JAHAT PARAH!

Kangen ai. Dia manusia paling kurang ajar seantero jagat raya. Disturber yang annoying dimana melihat wajahnya aja kadang orang sebel sama dia. Dia gak berenti-berenti nabok dan nyubitin pipi gue karena gemay. Dia komen tentang semua hal. Lol

Malem itu ngantuk banget kan akhirnya kita langsung tidur. Ai lagi gak puasa. Besoknya gue uas. Tadinya ai itu mau pergi ngalor ngidul sendirian (ini dia banget). Makanya pas temen-temen gue khawatir dengan “gimana ai”, gue udah tau dia kayak apa dan gak ragu gitu. Dia sangat independent dan gak manja

Ai masuk ke kelas gue. pake kaos. Sumpah gue udah ragu tuh awalnya. Firly meyakinkan bahwa its okay dosennya santai. Masuklah kita mendengar presentasi. Lalu tiba-tiba dosen gue nanya ke ai (sumpah gue deg-degan banget saat itu),

“kamu yang paling belakang. Mau ujian atau mau melali (melali Bahasa bali artinya jalan-jalan)?”
CEMING BOLBOL LAH SEANTERO KELAS NGELIATIN AI. MUNGKIN DALAM PIKIRAN MEREKA “INI SIAPE SIH MAIN MASUK AJA”

Ai minta maaf gitu. Dosennya malah marah-marah trus ceramah panjang lebar di depan kelas. Great banget hari itu sekelas dimarahin gara-gara ai HAHAHAHA HEBAT

Udah tuh kan. Sesi pertanyaan banyakk. ABIS ITU AI KENA LAGI. Dosen gue nanya, “hey itu yang paling belakang yang pake gaun (padahal ai pake kaos plis). Kamu ada pertanyaan? Nama kamu siapa?” PAS DIA NANYA NAMA KAMU SIAPA JANTUNG GUE KESAMBER PETIR. Lo bayangin ampe itu dosen tau gue bawa anak unpad ke dalem kelas pas uas apa jadinya!!!! Muka gue sama firly kaget kayak apaan tau

Abis itu ai jawab “nama saya firly bu”

WAKAKAKAKA FIRLY MENJADI TUMBAL THAT DAY. Soalnya dosen itu tau nama gue jadi berabe kalo pake nama gue. sumpah kocak banget. Hari terceming sedunia. Ai sempet kenalan sama beberapa teman gue. termasuk rara. Dimana bokap nyokapnya rara adalah pelatih wanadri. DUNIA SEMPIT BANGET KAN. Gue sekelas sama rara, terus bokapnya yang mentor ai navdar di wanadri, dan nyokapnya rara yang ngetes ai berenang waktu seleksi PDW. Kurang takdir apa…

Sesudah itu ai naik motor nyari Natasha dan tersesat dimana-mana. Pulangnya kita berdua jalan kaki trus ngobrol tentang perkuliahan. Nemenin ai makan trus dia pergi jalan-jalan. Gue tidur siang. Sorenya bangun kita berencana ke pantai karma kandara tadinya. Gagal karena kesorean. Akhirnya kita ke dreamland. Cuma itu doang yang lagi gak pasang kayaknya. soalnya air pasang di bali akhir-akhir ini serem banget

Kita ke pantai. Gue firly febby ai adit. Buka puasa disana.

Gue sama ai nyebur sambil lari-larian kayak film india. Teriak-teriak norak sambil kejar-kejaran dan ciprat-cipratan #bollywoodmovie. HAAAA BAHAGIANYAAA!

Bahagia. Bahagia bisa ketemu Chandra purnama lagi. Ai dinda della suka ketemu, pernah sleep over ngobrol seperti biasanya sedangkan gue zonk. Gue jauh banget….

Perhatian perhatian, sebentar lagi kita bakal masuk ke dunia baper Sarita #wayolo

Me so baper. Ai menambah kebaperan gue. pas sunset tinggal seiprit lagi. Di langit banyak bintang dan ada new moon.

Ai “sar cp gak pernah main ke pantai! Seru banget padahal”
Lalu kita berdua duduk di tepi ombak
Ai “inget gak sih dulu kita ngeliat sunset juga dari lapangan tbc?”
HUHU ingetnya aja gue mau nangis… saat itu kita berdua berharap ada della sama dinda juga. Berharap kita disana berempat duduk main ombak sambil ngeliat sunset.

Kita belum penuh.
Kita setengah Chandra Purnama.

Sampai langit menjadi malam kita berdua duduk disitu. Ngobrol tentang banyak hal. Tentang semua hal. Tentang hal-hal yang bikin baper. Dan ai nangis. Nangis kejer. Nangis gak jelas. Nangis terus ketawa karena kita ketabrak ombak super gede (WAKAKA MERUSAK SUASANA SUMPAH OMBAKNYA). Terus nangis lagi sampe gue gatau harus berbuat apa. Hati gue sakit setiap ngeliat temen gue begitu. Tapi gue gak nangis. Gue nahan airmata. Senahan itu sampe sakit hati sendiri.
Ai cerita tentang sesuatu yang dia pikir akan membuat gue marah. Lol. CP mau ngerahasiain apa juga ujung-ujungnya saling cerita. Gue bilang gue gak marah. DIA GAK PERCAYA WKWK. Dia bilang hal paling scary dari Sarita adalah ketika gue bilang “gue gak marah” padahal mukanya begitu. Gue gatau muka gue gimana ai



Guys kalian mau tau sebuah rahasia?

Soal ketakutan terbesar gue. selain takut jatoh dari motor trus kecelakaan masuk neraka (jayus tapi serius gue takut banget makanya gue kalo nyetir itu lemot).

Gue punya ketakutan terbesar.

Gue takut gue gak bisa sebahagia pas SMA.

Selama setahun ini, gue bener-bener susah buat move on. Bukan berarti gue gak pernah seneng. Pasti adalah saat gue seneng sedih segala macem. Tapi Chandra Purnama membekas banget di hidup gue. gue gak tau. Bingung ngejelasinnya gimana. Chandra Purnama itu memberikan gue kebahagiaan yang…… gak peduli ada masalah sebesar apapun, gak peduli ada keburukan apa di hidup gue, asal sama mereka tuh gue tetep merasa bahagia.

Feel safe, feel secure.

Gak ngerti dengan over protective gue ke CP yang luar biasa. Kayak, woy kita udah gede udah bisa lah jalani pilihan hidup kita sendiri buat jadi bandel apa gimana. tapi gue gak bisa begitu sama CP. Sumpah. Itu bukan sekedar asal gak ngebolehin, refleks karena terbiasa. Bukan. Sumpah gue gak gitu. Setiap della, ai, atau dinda mau melakukan sesuatu yang “begitu”. Gitulah ya gue bukannya sok suci.

Gue sedih. Gue sakit hati. Gue gak mau sahabat gue kenapa-kenapa. Gue mau nangis bahkan ketika melihat langsung. Gue pengen nangis dan berkata tidak untuk semua hal yang mereka minta izinkan di depan gue tentang hal begitu. gue over memang. Lebay ya. Lebay banget. Nobody knows apa yang gue rasakan. Gue cuma mau kalian tau aja kenapa gue over protective.

Gue sayang Chandra Purnama.

Dan hebatnya. Gak peduli gue sebaper ini, selemot ini, selebay ini, seburuk ini, Chandra Purnama stick with me. Walaupun terpisah, punya kesibukan masing-masing, tapi kita tetep satu. kita semua sama-sama merasakan bahwa apapun yang kita jalani, itu semua balik lagi mengingatkan kita sama bulan purnama.

Kita belum penuh
Kita akan segera penuh

Chandra Purnama


Sebentar lagi.


Saturday, May 21, 2016

Chandra Purnama #41


Hai. Sebenernya tulisan ini sudah ada sejak lama. Hanya saja menunggu saat yang tepat. Sekarang gue lagi duduk di kursi depan kosan. Ditemani purnama di atas langit.


First of all, happy chapur yang ke-41. Purnama malam ini terang banget pew, seakan memancarkan kerinduan kita semua #WAKAKAK 

Chapur ke-41 ini special tentang Della versi kuliah. Pada gak tau kan Della gimana pas kuliah?? Tahun lalu dia lagi di pulau, liburan sama keluarganya, terus nelfon gue dengan santainya kalo dia dapet SNMPTN. Dia cengar-cengir, gue nangis sambil teriak-teriak di rumah. Teknik pangan IPB. Salah satu jurusan paling bagus di IPB.



Sebenernya sampe sekarang gue suka lupa tekpang itu ngapain kuliahnya… jadi gue ceritain tentang kegiatan di luar kuliah dia yang gue inget aja yah. Semester satu dia cerita kalo dia mau daftar organisasi bernama IAAS. International Association of Agriculture Student. Itu organisasi BESAR anak pertanian gitu guys. International pula. Gak cuma ada di IPB aja. Waktu itu katanya IAAS sering turun ke desa, suka ngundang world food programme, suka ngundang kedubes Jepang (gila ini kesukaannya dia semua).



Yang apply IAAS saat itu ada 500 orang lebih. Yang terpilih cuma 80an kalo gak salah. Waktu selesai interview, yang dimana saat itu Della ditanya kenapa mau masuk IAAS jawabannya “INSTING” ((gila kan dia)), gue inget Della sempet takut gak keterima terus kita bilang, 

“lulus lah anjir. Lu ga lulus IAAS gua bubarin” HAHAHA jahat

Dan yeay kita gajadi bubarin IAAS karena Della keterima!

Setelah ospek IAAS yang namanya IOP 23. Katanya dia terpilih menjadi “Queen Eksis” entah kenapa lol. Dia baru join IAAS tapi langsung kepilih jadi project officer alias ketua pelaksana sebuah acara. Mantap. Parah. 

Sejak saat itu, kesibukan Della pun dimulai. Setiap respon di group pasti ngomongnya “lagi rapat iaas”. Kalo ditanya kabarnya dia akan cerita tentang kegiatannya di IAAS. Kehidupannya mulai seperti Sisgahana.

Dulu sekolah di Sisgahana – ekskulnya di 70
Sekarang kuliahnya di IAAS – kegiatannya tekpang IPB

Wkwkwkwk

IAAS beda banget sama sisgahana (yaiyalah yang satu organisasi besar yang satu organisasi… iat #ups). Della suka cerita bedanya IAAS sama sisga itu apa… di antaranya yang paling mencolok sih ini :

Masalah kekeluargaan. Di sisga kita semua bisa ngomong blak-blakan, mengevaluasi, menyebutkan berbagai kekurangan dan akhirnya dari dua sisi mau diajak berubah. Lahir dari sesuatu yang sulit, keras, tempaan yang gak manusiawi. Makanya prinsip anak-anak sisga cukup keras. Senior sisgahana yang boro-boro baik, gak ada yang peduli sama masalah hidup lo apa pokoknya lo harus ngerjain semua hal, trus kalo temen-temen lo ilang lo yang dimarahin. Sedangkan disana kakak-kakaknya baik hati, lahir dari sesuatu yang membuat happy. Challenges, games. Evaluasi yang punya strategi. Sedangkan evaluasi di sisga… NAFAS AJA REMED

Oke. Itu sekilas perbedaan dunia SMA dengan dunia kuliah kita.

TAPI TAPI TAPI

AH HARUS BANGET APA GUE NGOMONG DISINI.....



GUE KANGEN BANGET SAMA LO DEL YAAMPUN :(

Kangen Della yang gak jelas, absurd, nanya-nanya hal gak penting, nanya-nanya pertanyaan yang gue gak tau jawabannya apa :(

Della tau gak waktu gue bilang kita hampir sahabatan 7 tahun, gue gak tau harus seneng sedih atau apa. Gue bersyukur deng. Gue mean it. Inget waktu gue share foto-foto kita waktu SMP dan itu ngakak banget. Gue masukin yang rada normal aja. Yang lain menjijikan ahaha...

kurus yah kita


gaya gue kenapa begitu. abaikan.

Del, gue baper banget (kapan gue gak baper). Apalagi waktu gue ulangtahun trus lo gak ngucap-ngucapin sampe hampir tanggal 11 wkwkwk oke ini yang paling lebay sih gue merasa jadi orang yang nyebelin. Tapi abis itu lo ngucapin pake VN super banyak. Besoknya gue tau kalo ternyata lo lagi jadi panitia acara. Langsung merasa jahat. Del maafin gue ya kalo gue suka gak penting di saat yang gak tepat...




Kangen Della yang suka tiba-tiba gemes trus ngebandingin gue sama benda-benda bulat seperti panci


Beberapa hari lalu Della cerita kalo dia bahagia di IAAS. Akhirnya dia menemukan yang klop. Mau menerima dia apa adanya, peduli dengan keadaan dia, mau mendengarkan dia. Della kalo lagi kerja suka lupa tidur. Lega banget karena akhirnya dia punya keluarga baru yang suka ngingetin dia buat tidur. SO HAPPY YET SAD AT THE SAME TIME. Bingung ngejelasinnya gimana!

Pokoknya kangen. Pengen ketemu. Pengen terbang ke IPB cuma buat sekedar nabok lo trus pulang lagi kesini gapapa. Semoga kita segera ketemu. 

Oiya ada satu lagi... untuk semua CP sih ini

21 Mei adalah hari bersejarah loh. INGET GAK? ADA YANG ULANGTAHUN HARI INI. Gue yakin kalian pada lupa. Rini ulangtahun guys wakakaka. Hari bersejarahnya 3 tahun lalu sih. 21 Mei 2013. Kita mau ngerjain Rini, nungguin dia forum dulu, trus begini : 




HAHAHA OMG KITA MASIH UTAS. Yaudah selesai gitu aja. Semoga kalian melihat purnama malam ini, dan juga merasakan kerinduan yang sama.




Love, Sap


Thursday, January 28, 2016

"Jakarta, long time no see..."


8 Januari, 2016

Kalimat yang muncul di pikiran gue waktu mendarat di Bandara Soekarno-Hatta. Sebelumnya semangat banget menghitung hari menuju hari dimana gue akan pulang. Sampai lama kelamaan jadi males untuk pulang. Rasanya berat untuk meninggalkan Pulau Dewata. 6 bulan tinggal di Bali dengan semua hal baru : teman baru, kampus baru, lingkungan baru. Tanpa ada yang sama seperti kehidupan gue sebelumnya. Tidak ada sama sekali yang tersisa dari kehidupan lama gue selain karakter gue sendiri.

Udara panas di Jakarta langsung menyambut gue yang sekarang sudah berhijab (Alhamdulillah). Gue bahkan baru sadar ternyata Jakarta memang sepanas ini. Gue pulang bareng sama anak antro. Teman seangkatan gue, Firly dan Elsa. Ada juga dua senior gue. Kita berpisah begitu saja. Kemudian gue ketemu bapak dan ibu. Cipika cipiki biasa, soalnya baru sebulan yang lalu bapak sama ibu ke Bali.
Waktu jalan menuju tempat makan di bandara, tiba-tiba ada yang menutup mata gue dari belakang. Gue gak kepikiran sama sekali siapa yang ada di belakang gue itu. Ternyata, jreng-jreng-jreng…

AISYAH.

Sialan. Sahabat gue yang satu ini memang hobi ngagetin orang dengan sifat randomnya. Kita berpelukan sambil teriak-teriak. Gue sangat bahagia melihat Ai. Dalam hati bersyukur punya sahabat kayak dia. So, thanks to you, Ai! To be honest, gue pulang karena kerinduan gue sama Sisgahana, terutama Chandra Purnama. Dan Ai merusak momentum. Tadinya gue pengen heboh pas syukuran. Bye.

Gue masih lelah waktu sampe rumah. Gue tidur sebentar. Merasakan hawa berbeda, hawa aneh, setelah sekian lama gak pulang. Entah kenapa setiap gue ada disini, melankolis gue suka gak bisa di kontrol. Padahal di Bali, gue cenderung cuek dengan “perasaan”, kayak udah kebal sama semua hal gitu.

Gue mengingat-ngingat apa saja yang sudah gue lewati. Ya Tuhan, gue pergi selama itu. Gue merasa diri gue berubah drastis dalam segala hal. Gue butuh beradaptasi lagi. Gue hanya singgah disini. Tempat tinggal gue yang sesungguhnya ada di Bali sekarang. Gue mengingat kembali masalah-masalah yang pernah-dan masih ada. Masalah apa aja yang harus gue selesaikan besok selama disini.

Kangen Della, kangen Dinda, kangen Ai (walaupun udah ketemu). Ada ratusan bahkan mungkin ribuan kenangan bersama mereka yang belum pernah gue ceritakan kepada siapapun. Kualitas waktu terbaik yang gue miliki itu waktu bersama mereka. Secara gak sadar setiap hari belajar sama mereka. Bukan cuma materi, tapi juga belajar tentang tanggung jawab, keberanian, kasih sayang, saling menghargai, terstruktur, dan lain-lain. Mereka adalah sahabat yang bisa menjadi hebat dalam keadaan serius, sekaligus menjadi sahabat terasik untuk bercanda. Lagi-lagi dalam hati gue bersyukur bisa memiliki mereka dalam hidup gue.

Waktu pisah, terus jauh-jauhan, sedih sih.. Cuma ya kita sama-sama mengejar impian yang sering kita bicarakan. Waktu kelas 3 SMA, hampir setiap hari kita saling cerita tentang cita-cita, mau kemana? Mau jadi apa? Mau ngapain aja? Ketawa sama-sama, nangis sama-sama. Sampai pada akhirnya, waktu berjalan sangat cepat. Kita udah memulai itu semua. Keberhasilan mereka adalah keberhasilan gue juga. Kesedihan mereka adalah kesedihan gue juga. Kebahagiaan mereka adalah kebahagiaan gue juga. Jatuhnya mereka adalah saat gue harus menarik mereka kembali.

Ketika masalah itu datang, gue berusaha gak gegabah. Gue berusaha mengambil hikmahnya. Ya mungkin masalah ini lah yang akan mempersatukan kita lagi. Bereempat lagi.


Ya Tuhan, sebenernya cuma mau bilang, kangen banget sama Chandra Purnama.


Tuesday, May 5, 2015

Berdua Bersama Chandra Purnama

lucu sih kalo ngebahas ini. gue pribadi lebih suka kalo kita kumpul ber4 daripada harus berdua-berdua. kadang kalo emang terpaksa berdua mau gimana lagi? hahaha. beginilah rasanya berdua dengan mereka :



berdua sama Della,

apa aja diomongin. kebanyakan dia yang ngomong sih. kebanyakan dia yang curhat tentang keseharian dia. biasanya nih, awalnya dia yang nanya, gue jawab sedikit, abis itu dia nyerocos panjang lebar. kalo udah selesai nanti dia nanyain pendapat gue lagi. gue jawab sedikit, dia nyerocos lagi kayak kereta api -___- wakakakaka begitulah doi. cerewet abiiss! gue bisa merasakan gairah dia untuk bercerita menjadi sangat tinggi kalo ngeliat muka gue. sukanya ngomong sama della, dia kan logika banget, sedangkan gue perasaan banget. seru aja membandingkan sebuah situasi. apa yang dia pikirkan, apa yang gue pikirkan. sebenernya tujuannya sama, ujung-ujungnya sama. cuma jalan pikirannya aja yang beda wkwkwk. menurut gue gaada yang salah sih, cuma mau ngikut yang mana aja. pikiran kita keren kalo digabung.
di gunung, della selalu menjadi panutan gue. the true leader. dia berani banget. dia cool jalan di paling belakang. gue penakut, jujur, takut banget sama setan. tapi kalo liat muka dia gue jadi berani. entah karena ketularan atau takut dimarahin sama dia HAHAHAHA dia suka marahin gue "apaansih sar orang gaada apa-apa" "aduh sar jangan lama-lama dong" "ih orang gitu doang kok" shit men. muka gue udah melas abis deh kalo digituin della. gue berkebalikan banget sama dia. gue penakut, dia berani. gue perasaan, dia logika. untung aja Tuhan mentakdirkan kita jadi sahabat


berdua sama Ai,

rada awkward kalo diem aja. jadi gue berusaha bertanya sama dia tentang apapun. mulai dari yang penting sampe ngga penting. yang bikin lucu adalah kalo dia udah mulai cerita sama gue. kalo bbm-an dulu sering banget ngomongin hal absurd. kadang dia cuma nyapa "sar" "saarr" "PING!!!" "PING!!!" gue bales "kenapa ai?" dia bales "gak" trus udah selesai. dafuq men. dia tuh manusia paling tikjel kalo di social media. ampun deh. kalo mau minta tolong biasanya jadi super baik dan pake emot kiss. kalo cerita suka bikin shock, "sar masa temen gue ada yang diperkosa" "sar masa temen gue ada yang di sexual abbuse" "sar masa mantan gue sekarang gini gitu gini gitu" yang cuma bisa gue jawab dengan "HAH??!!"
kadang gaada angin gaada topan, dia ngirim foto dia pake baju renang, ngirim foto baru beli celana dalem baru atau BH bermotif baru HAHAHA ngakak sihh. masalahnya gue cuma bisa bingung sambil ngakak. gue harus jawab apa coba?
kalo di gunung entah kenapa gue merasa kalo ada apa-apa enaknya ngomong sama ai. pengen pipis, yang pertama kepikiran gue ajak pasti ai. "ai pipis yuk" *dengan muka melas* mungkin karena gue tau dia juga pengen pipis wkwkwk. dia suka rebek sendiri, mendesah sendiri, minta ditampol abis deh pokoknya -_- kasian kalo lagi kedinginan. dia bawelnya melebihi della kalo di gunung. gue kalo capek diem aja, sumpah... gue dengerin ai ngomong apa, bahkan kalo ada tenaga udah gue gebukin tuh sangking berisiknya. tapi dia yang membantu gue lupa sama jalanan. jadi dia baik, muach. auranya bagus dan dia sangat lovely, gue merasa disayang sama ai huahaha. kalo sama della gabisa begitu, dia mah kaga lovely


berdua sama Dinda,

ini sih setiap hari nyet. sekelas, sebangku, kurang nemplok apalagi gua sama dia. ampe bosen. berangkat sama pulang sekolah aja bareng naik kereta. gangerti lagi gue wakakaka. sangking seringnya berdua, kita sampe keabisan bahan obrolan. jadi diem pun gak masalah. terlalu banyak yang udah kita omongin. kalo cerita masalah pribadi sama dinda paling enak. dia bisa ngertiin situasi, ngga langsung ngejudge, pasti dia punya saran yang cocok buat situasi gue saat itu. dan dia menggemaskan untuk dijaili, diajak ribut, diajak berantem. kadang gaada masalah apa-apa bawaannya pengen aja gitu mukulin dia. kalo lagi ngumpul dia sering jadi bumbu ketawa kita semua. kalo dia udah ngomong sesuatu yang lucu, pasti lucu banget. kadang polos banget karena masih muda. terus suka banget nyaranin nonton film. film-filmnya absurd. semua genre dia tonton. phsyco, sci-fi, "mahabharata" "the king of sulaeman" AHAHAHA sumpahh itu kocak.
di gunung pun begitu. dia teman turun gunung sejati. dia pengen cepet nyampe, gue juga. pas berdua doang di gunung kita diem doang.... bener-bener turun, diem, ngga awkward. paling ngomong "sar udah nyampe" "din ada minum ngga" "sar hati2". gue merasa jahat, gue jarang ngomong hati-hati di gunung karena gue yang harus di hati-hatiin. terus gue sering menyusahkan dinda di jalan WKWKWK. maafkan daku neng. kalo udah mulai ditinggalin ai sama della, dia yang masih mau nemenin gue. gue tau sih dia sebel banget sama gue-,- sabar banget dia. kalo ada orang yang lebih tau gue daripada diri gue sendiri, dialah orangnya



begitulah. beside that, mereka ber3 sama aja jahatnya. misalnya kita lagi merencanakan sesuatu bareng-bareng. terus gue ngasih sebuah info. mereka tbtb nanya sama gue banyak banget. "sar emang bentuk elfnya gimana?" "sar dari sini kesana lewat jalan mana aja?" "sar emang cuacanya gimana disana?" "sar disana rame ngga?" LAH EMANG GUA YANG CONTACT PERSON GUNUNGNYA APE DITANYAIN BEGITU... bete abis gue -_- apalagi della tuh demen banget nanyain pertanyaan yang even gue gatau apa jawabannya

kalo ada kesalahan teknis, selalu gue yang disalahin. gw juga bingung kenapa gw yang selalu salah. misalnya gue ngajakin "eh besok foto yuk sama KK. terakhir sekolah niih" mereka pd semangat "ayukk" "aaiihh ayukyuk kangen gue sama mereka" "yokk". besoknya, kk nya lama, sibuk, terus mereka pada ngomong sama gue "ih lama deh sar" "tau nih, SARITA SIH" "iya sar kok lama banget sih pengen pulang nih gue" SHHIITTT DALEM HATI GUE UDAH MENGUTUK MEREKA BER3 DEMIAPAPUN. fiuh. itu hanya contoh kecil. sebenernya hampir setiap saat gue digituin. sabar aja gue mah. sekarang cuma bisa masang tampang kesel wakakaka

thats what bestfriend do