Saturday, September 26, 2015

Idul Adha 1436 H


idul adha pertama tanpa keluarga, tanpa opor, tanpa rendang, tanpa takbiran. sedih. gue sampe nangis waktu denger takbiran tadi pagi. sangking ngga ada nya yang takbiran deket kost. trus gue harus jalan kaki sekilo lebih kira-kira buat sholat. jalan kaki jam 6 pagi. bahagia banget liat sesama muslim menuju tempat sholat

bahkan ngga ada sapi, ngga ada kambing yang gue liat. gue cuma sholat ied, trus pulang makan warteg. alhamdulillah Febby lagi kedatangan ibunya trus gue dikasih makan enak. mantap chi. itu aja udah bersyukur banget :')

bersyukurlah kalian masih bisa berkumpul dengan keluarga





kemaren, fakultas gue ulangtahun yang ke-57. bahkan fakultas gue lebih tua daripada universitasnya. soalnya fakultas gue emang perintis udayana gitu. untuk merayakan ultahnya, diadakanlah jalan santai sama berbagai lomba perjurusan




lombanya jadul banget sih, kocak. ada lomba tarik tambang, makan kerupuk, ngambil koin, sama ngambil belut. gue ikut tarik tambang, tau sendiri kalo badannya gede.... seru sih. antro kalah sama sastra jepang. GARA-GARA SATU ORANG PAPUA BERNAMA IDA, dia super strong. gakuat. rambutnya reggae gitu kayak yang gue mau. trus dia nariknya bener-bener dah ya. orang mah tarik tambang badannya mundur, dia gausah mundur. talinya yang mundur. gue jadi sedih ngingetnya :( gue baru tau dia emang kuat banget. bahkan dia ke gereja jalan kaki 4 kilo disini. astaga. abis itu ada senior yang bawa ular ke kampus sampe dijadikan ajang buat foto-foto hu #sedeng



temen gue yang di atas ini namanya Ayu Heppi dari Flores. dia maksa gue buat motoin dia. tapi dianya takut sama ular sampe mual-mual gajelas. sedih bet. yaudah gitu aja ceritanya maaf ya gapenting


Monday, September 14, 2015

Sedikit tentang Antropologi Budaya


cuma sedikit orang yang tau tentang antropologi itu apa. udah gitu di internet juga jarang orang cerita tentang ini. jadi, post ini ditujukan bagi kalian yang kepo tentang antropologi

apa sih antropologi? 

"oh, yang gali-gali tanah itu ya?"

"oh, yang meneliti fossil itu ya?"

"oh, yang belajar tentang manusia purba itu ya?"

ANDA BENAR!

sekaligus salah. yang suka gali-gali tanah dan fossil itu arkeologi. arkeologi adalah suatu cabang ilmu yang mempelajari zaman prehistori (sebelum manusia mengenal huruf). salah satu kegunaannya adalah untuk mencari bukti sejarah perkembangan dunia.

bukan berarti antropologi ngga gali tanah atau meneliti manusia purba. arkeologi merupakan subilmu dari antropologi juga. ibaratnya kalo filsafat itu mempertanyakan Tuhan, manusia, dan alam. antropologi merupakan ilmu yang mempertanyakan, "darimana asal-usulnya manusia?" 

intinya, semua cabang ilmu yang berhubungan dengan manusia, pasti ada hubungannya dengan antropologi. itulah sebabnya, di jurusan yang ada hubungannya dengan manusia (kebanyakan soshum), pasti ada mata kuliah antropologi-nya.


kalo kalian nyari di internet, yang ketemu pasti ini

anthropos = manusia ; logos = ilmu ---> antropologi = ilmu yang mempelajari tentang manusia / the study of man

tapi... manusia itu kan rumit banget. banyak ilmu yang belajar tentang manusia juga. kedokteran, mempelajari manusia, raganya secara biologis. psikologi, mempelajari manusia, tentang sikap / behaviornya.

jadilah ada nama belakangnya = antropologi budaya. belajar tentang manusia dan kebudayaannya.



di universitas-universitas yang ada di Indonesia ada 2 antropologi, antropologi budaya dan antropologi sosial. menurut buku Pengantar Antropologi karya Koentjaraningrat, antropologi sosial merupakan salah satu subbab dari antropologi budaya

budaya sendiri artinya luas. budaya ada dimana-mana. budaya ngga cuma ada desa. budaya ngga cuma tari-tarian atau pakaian adat. budaya merupakan hal yang pasti dimiliki oleh setiap insan manusia.


materi pembelajarannya,

materi-materi yang dipelajari ngga jauh beda sama jurusan sosiologi, psikologi, dan filsafat

kesempatan kerja,

biasanya yah kalo kuliah pasti ditanyain, "nanti mau kerja dimana?" atau "peluang kerja jurusan kamu apa?". banyak yang bilang "HRD, kemendikbud, guru, pegawai swasta" yaampun chi, generasi emas pasti punya impian yang besar. ngga cuma sekedar jadi seorang "pekerja"

"saya ngga akan kerja untuk oranglain!" gitu dong teman-teman!!!


menurut saya, antropologi itu mempelajari hal-hal yang ngga boleh dibicarakan, yaitu : SARA. suku, ras, dan agama. jadi kalo dosennya ngomong "si A kulitnya hitam, si B keturunan orang India, si C rambutnya kribo" bukan karena dia mau menghina :( tapi karena memang itu yang kita pelajari


saya masih newbie tentang antropologi, tapi sekarang saya tau tanda-tanda kalo kalian harus belajar tentang antropologi!

1. kamu suka membaca, terutama tentang sejarah. dan kamu suka menulis, tentang apapun itu!

2. kamu suka mempelajari kebudayaan. yang unik-unik, yang jarang oranglain tau

3. kamu suka filsafat. banyak orang menilai filsafat itu bisa bikin orang jadi gila bahkan jadi ngga punya agama. bagi saya, orang-orang seperti itu hanyalah orang yang belum pernah membaca Al-Quran dan hadist. filsafat adalah ibu dari pengetahuan, dan filsafat itu SERU BANGET! andai saya disuruh mengulang pilihan jurusan kuliah, saya akan memilih jurusan filsafat.

4. kamu suka semua pelajaran dan pengen belajar semuanya. di jurusan antropologi, kamu bisa memilih spesialisasi apapun yang kamu mau. selama ada hubungannya dengan manusia, kamu bisa mempelajarinya di antropologi

5. terakhir, kamu suka jalan-jalan. antro ngga pernah berhenti meneliti!


ngomong-ngomong tentang Universitas Udayana Bali. disini ngga usah jauh-jauh ke desa untuk melihat suatu kebudayaan. di sekitar saya aja banyak banget hal yang bisa diteliti. Bali adalah salah satu tempat yang bisa membuka mata lebar-lebar tentang dunia. karena disini banyak orang dari luar negeri. baik yang cuma sekedar liburan, maupun yang sedang belajar. tempat ini masih dalam proses berkembang, masih banyak kekurangannya.


Tari Kecak, Uluwatu

disini saya menyadari banyak hal, terutama tentang pendidikan di Indonesia yang belum merata, tapi sudah mulai merata. anak-anak daerah sudah banyak yang sadar akan pentingnya pendidikan buat negara kita.

di kelas saya 50% isinya orang dari Timur. seneng aja melihat mereka semangat belajar. ada yang dari Papua, dari NTT, dari Sulawesi Tengah. mereka jauh-jauh belajar di perguruan tinggi negeri, demi membangun daerah mereka nantinya.

saya belajar banyak dari mereka tentang sisi lain dari Indonesia. teman saya bernama John, asal dari Maumere, Papua Barat. bercita-cita mengembangkan industri lokal supaya Papua terlindungi dari negara asing. beberapa teman saya yang berasal dari Flores tinggal di kabupaten Manggarai dan Bajawa. di Bajawa itu ternyata banyak sekolah elite yang isinya anak-anak ganteng keturunan portugis. Bajawa hanya sebuah tempat kecil yang dikelilingi sejuta keindahan alam. di Manggarai, sinyal wifi ada di jalan-jalan, bukan cuma di rumah atau tempat pariwisata. keren kan! di Palu, Sulawesi Tengah, bioskop cuma ada satu, updatenya 2 minggu setelah filmnya keluar di Jakarta. teman saya yang satu ini lumayan metal, dia ngga mau kalah gaul sama Jakarta, katanya hahaha. di Bali, tarian, pakaian, dan norma budaya mereka masih sangat kental. bahkan di acara-acara anak muda sekalipun. mereka semua appreciate, bangga dengan apa yang mereka miliki. yang lebih membuat saya tercengang, ngga ada laki-laki yang akan menggoda kamu, semalam apapun kamu pulang. dan ngga akan ada yang nyuri barang kamu, sekalipun itu motor yang kamu tinggal bersama kuncinya. karena orang Bali percaya dengan hukum karma. saya ngga bisa menjelaskan ketulusan orang-orang seperti mereka dengan kata-kata. kalau katanya baik itu relatif, mereka baiknya mutlak.


Bajawa


Manggarai



penelitian antropologi budaya di Udayana sudah diatur oleh akadamik. dan untuk angkatan saya, diwajibkan menulis skripsi tentang etnis di NTB atau NTT. sebahagia itu mendengarnya...


Sunday, September 13, 2015

Udah Sebulan, nok!


secepat itu dunia kuliah merubah saya. 

HAMPIR SEMUA HAL DI HIDUPKU BERUBAH

termasuk menjadi awam dengan kata "gue-elo". kalian bakal kaget denger aku ngomong. logatnya jadi ke Bali-Bali an. memakai imbuhan "nok" dan "chi" di setiap kalimat yang aku katakan!

masa-masa culture shock sudah lewat. aku punya teman menangis ketika sedang homesick. namanya Amani Lauretta Febriani Gaeli / Febby (ig : cleamani). teman sekost yang hobi minjem barang. lama-lama barang di kamarku ilang semua nok. Febby adalah anak psikologi di udayana. saat homesick yang paling ku ingat : 2 minggu tinggal disini sendiri, aku sedang menyuci baju, kemudian menangis begitu saja karena teringat ibu. ibu yang setiap hari menyuci bajuku selama 18 tahun. nangis deh. cengeng deh. ngeline ibu sambil merengek bilang terima kasih dan minta maaf. random kan...




teman sekost lainnya yang selalu membantuku lupa dengan masalah hidup : Muhammad Torkis Irawan / Torkis (ig : torkisrn) & Azhari Dadas / Dadas. Torkis teman sejurusan sedangkan Dadas jurusan manajemen internasional. mereka berdua baiknya parah! bahkan mereka mau ngebantuin aku nyikat kamar mandi hahaha. gara-gara temenan sama mereka, aku jadi tau keseharian cowok itu gimana. salah satunya adalah, mood mereka jarang berubah. ya gitu-gitu aja, simple. sedangkan aku sama Febby udah labil ngga jelas. kadang marah, kadang ngakak, kadang nangis. makanya kalo aku sama Febby udah mulai stress, Torkis cuma bisa geleng-geleng kepala sambil ngomong, "iyadah, cewek selalu benar" HAHAHA

 
pulang kuliah nebeng pick up hiks

 
Torkis lagi nenangin Dadas yang lagi stress ospek



aku, Febby, dan Torkis bahkan sering melakukan late night conversation. which is very baper! 


masih bingung dengan "nok" dan "chi"? itu cuma imbuhan aja. kayak "nih" atau "loh"

"aku belum makan nok" = "aku belum makan nih"

sangking seringnya ngedenger orang ngomong gitu aku sampe ketularan...


Bali beda banget sama Jakarta. jangankan Jakarta, sama Jawa deh bedanya. disini ngga ada adzan, di TV, di radio, maupun di dekat kost-an. adanya puja trisandhya. adzannya agama hindu. puja trisandhya diputar setiap jam 6 pagi, 12 siang, dan 6 sore. makanya adzan adalah salah satu hal yang paling aku rindukan



POKOKNYA SEMUA HAL BEDA


aku pusing chi