Monday, November 21, 2016

Merasakan Diri Sendiri

belakangan ini hidup saya seperti menemukan sebuah titik terang. saya sampai di sebuah perjalanan hidup dimana saya merasa telah lolos dari jalan yang penuh dengan tikungan-tikungan berbahaya. saya sadar bahwa ternyata kita bisa belajar untuk mencintai sesuatu. ketika di waktu kemarin saya banyak merasakan kegundahan, akhirnya sekarang saya bisa menemukan sesuatu untuk di pijak. saya akan mulai menapaki jalan baru di penghujung tahun. jalan yang lama sebentar lagi sudah mencapai ujungnya. dan saya sangat bersemangat untuk hal itu.

barangkali memang benar kata perempuansore. bahwa ketika kita sedang pergi ke tempat yang paling liar sedunia, disanalah kita bisa merasakan diri kita sendiri.

entah sudah berapa banyak tempat baru yang saya kunjungi. disana saya menginjak tanah yang berbeda, mencium udara yang berbeda, mengecap rasa yang berbeda, serta menemukan inspirasi baru untuk hidup saya. dan dimana-mana, di semua tempat baru itu : saya merasakan diri saya yang sesungguhnya.




Sunday, October 30, 2016

Sebuah Ironi

ketika suatu hari sedang melaksanakan ujian, saya duduk di belakang. saya ambil kertas ujian dari dosen saya lalu saya baca pertanyaannya satu persatu.  tidak ada yang tau. tidak akan ada yang tau. bahwa ketika itu saya mengalami gejolak di dalam jiwa saya.

saya tidak mau menyontek. itu bukan pribadi saya. menyontek dengan mengambil hak yang lain itu sama saja. mengambil hak yang lain dengan korupsi itu tidak jauh berbeda.

tapi pertanyaan yang saya hadapi sangat sulit untuk dikerjakan sendiri. sedangkan teman-teman saya semuanya melihat jawaban dari handphone mereka masing-masing.

suara adzan ashar berkumandang, terdengar hingga ke dalam kelas. suara panggilan untuk beribadah itu membuat saya terdiam. saya hanya diam selama adzan berkumandang. kertas ujian saya masih kosong. saya ingin sekali menangis. karena pada akhirnya saya masih saja kalah. saya kalah lagi dengan kemunafikan.

maafkan saya, Ibu Pertiwi


Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2016


Thursday, October 27, 2016

Bersama Calon Antropolog

pernah gak sih kalian menemukan teman-teman yang, sejak awal dipertemukan udah bisa melebur dan bersama mereka kalian langsung bisa bebas berekspresi?

bagi gue, orang-orang itu adalah kerabat (panggilan untuk para antropolog di Indonesia). manusia-manusia yang katanya bermasa depan suram kerjaannya neliti manusia purba. atau malah kadang dibilang ilmu bintang sama tukang gali-gali tanah(?)\

sejak awal masuk antropologi, gue merasakan tantangan luar biasa. berbaur dengan manusia Indonesia tetapi dari beragam suku serta latar belakang. karena letak Udayana yang berada di tengah-tengah, kita itu perpaduan antara barat sama timur. setengah barat, setengah timur. semester satu itu masa yang lucu, sebenernya. kita baru kenal, terus pas mau inisiasi repot kesana-kemari ngurus tugas sama barang bawaan yang aneh tapi tetep aja kita gak protes apa-apa. soalnya katanya inisiasi antrop itu termasuk yang keras zzz

di inisiasi kita udah berasa keluarga, padahal belum dilantik. tapi kita pipis bareng, makan bareng, ibadah bareng, olahraga bareng, salah bareng, dimarahin bareng, dan yang pasti ketawa-ketawa sampe mau mampus ngeliat aslinya anak antrop kayak apa. inget gak sih dulu kita makan apel buat 40 orang, ada yang sok jijik gak karuan hahaha, kita cuci tangan dua baskom buat ber-40, kita makan di satu alas, kita minum di satu gelas. terus setiap makanan cewek ada yang gak abis, pasti dibantu abisin sama yang cowok.

kita latihan penelitian di desa penglipuran, kita bahagia jalan-jalan disana padahal kita gak ngerti masyarakatnya ngomong apa. mereka semua ngomong pake bahasa bali. cuma mejeng sambil ngangguk-ngangguk adalah guee... wkwkwkwk. kita beli loloh cemcem sampe kenyang bego kirain cuma dijual disana taunya di denpasar juga banyak :( inget pas lagi nunggu sesi berikutnya, kita melakukan deep conversation , beberapa teman maju ke depan dan dengan pedenya dia menceritakan kehidupan pribadinya yang membuat kita semua ingin menitikkan airmata.

dear kerabat, inget gak sih kita malem-malem jalan di kebon, disuruh minum air asin, pahit, asem, manis. kita ada yang muntah-muntah, ada yang nangis sangking bodohnya ya Allah kocak. akhirnya kita di siram dengan upacara yang sangat syahdu ditengah api unggun malam. resmi menjadi kerabat. taunya maksud dari air itu adalah proses ketika masuk ke dalam sebuah lingkungan baru. kita awalnya merasakan asin, pahit, asem, sampai akhirnya menjadi manis.

hari-hari selanjutnya kelas kita jadi seru. setiap hari kita gak boleh pulang dulu karena selalu ada yang harus diomongin. tapi tiba-tiba omongan kita melenceng lalu berakhir dengan ajakan untuk pergi ke pantai. entah udah berapa kali kita pergi ke pantai secara random, bisa berangkat terus pulangnya mikir gimana. pernah kita pulang dari jualan di bazaar, nebeng sama pick up kulkas dari GWK sampe Denpasar.

hampir setiap malem kita nongkrong buat ngerjain tugas sambil pesen makanan enak. makanannya selalu patungan karna kita bokek. dulu kita nyebut itu sebagai tradisi akhir bulan. berbagai masalah pun datang. kita berantem mulu. drama berantemnya di depan kelas. Gaby ngelempar buku ke Agus. itu kocak dan bodoh.

semester 2 mulai berubah, kawan...

kita semua mulai mencari jalur baru. kesenangan-kesenangan di luar kelas. setiap pulang langsung pulang. gak ada lagi kumpul di kelas untuk sekedar membicarakan acara antrop selanjutnya. gak ada lagi yang namanya ngetawain orang bareng sama nipu dosen berjamaah. kangen gak sih?

gue kangen banget nih sama kerabat mahasiswa antropologi udayana 2015

"Antro, jangan pulang dulu!", kapan kalimat itu muncul lagi di akhir kelas?


Monday, October 17, 2016

Manusia Bebas

gue sangat kesal dengan berbagai kalangan masyarakat saat ini. semakin gue belajar, gue semakin berpikir dan berpikir. semakin gue peka dengan kehidupan ini, gue jadi sadar dan semakin bertanya-tanya :

buat apa kita belajar ilmu sampai ke negeri cina, seluas jagat raya, setinggi langit. tapi kita gak ada yang punya etika?

manusia hanya menjadi semakin serakah. kemudian kita para generasi muda dipaksa untuk menjadi toleran. gak semua pemuda-pemudi menangkap apa itu yang dimaksud dengan toleran, non-racist, generalist. gak semuanya paham betul, dimana mereka menyalahgunakan kata-kata itu sebagai bentuk dari permakluman perbuatan yang buruk.

Indonesian people always judge, katanya. mereka yang ngomong gitu, kebanyakan adalah mereka yang marah-marah kalo di kritik. dibilang kita lagi menghakimi. lalu mengatakan bahwa kita sok suci. mereka yang sekarang hanya berpikir bagaimana caranya jadi tenar terus keliatan bagus dari luar padahal dalemnya super busuk. mereka yang sekarang hanya memikirkan "caption apa yang bagus buat foto gue ini ya?" dibandingkan membaca kisah perjuangan para pahlawan Indonesia, baik yang sudah gugur ataupun masih ada. sampai kapanpun negara ini tidak akan pernah maju.

kita, bukan generasi emas. kita, adalah generasi salah fokus.

lahir ke dunia ini bukan sebagai anak dari seorang ibu. melainkan lahir dari sebuah realita bernama pabrik manusia. diciptakan oleh kaum kapitalis. kamu lahir, kamu belajar hal-hal yang belum tentu kamu sukai, kamu kebingungan, kamu mengikuti apa yang oranglain suka, lalu kamu terpaksa menjalani kehidupan yang kata orang itu normal, pada akhirnya kamu mati sia-sia sebagai manusia yang selalu berbohong. berbohong pada diri sendiri. berpura-pura jadi oranglain yang bukan kamu.

kita dilahirkan untuk keperluan industri. kamu dibutuhkan lalu kamu dapat. kamu tidak dibutuhkan maka kamu dibuang. buat apa kamu jadi antek-antek oranglain?


teman-teman, hanya sedikit sekali manusia bebas di dunia ini.

semoga kalian yang membaca termasuk orang-orang yang tidak suka bohong pada diri sendiri.

semoga kalian dapat berbaring di tengah mimpi kalian, tersenyum, dan bebas.

Saturday, October 8, 2016

Melankolis Buntu

gue pengen mendeklarasikan diri sebagai Maha Melankolis. gue gak begitu suka dengan sisi gue yang suka melodramatis dalam menghadapi berbagai hal. tapi gue suka diri gue yang selalu memikirkan rencana-rencana. entah rencana hari ini, besok, rencana liburan. pokoknya gue gak bisa kalo gak membuat rencana. dan itu lah yang membuat gue jadi super lemot. kelamaan mikir dan menyiapkan berbagai hal.

tiba-tiba saja terbesit tentang rencana gue tentang sekolah

sejak SD gue selalu mengkhayal (kalo kata temen-temen gue gara-gara gue berzodiak pisces). nanti pas SMP mau jadi apa. terus pas SMP mikir, SMA mau kayak gimana. terus semuanya beneran jadi kenyataan.. mungkin berkat sugesti. entahlah

salahnya adalah :

waktu SMA gue gak mikir kuliah gue mau kayak apa. gue langsung mikirin setelah kuliah gue mau jadi apa. gue banyak mengkhayal tentang tinggal di antah-berantah. salah satu alasannya karena gue lelah banget sama kehidupan di Jakarta. ternyata Jakarta wasn,t that bad. gue malah pengen pulang terus sekarang. gue kangen keluarga gue, kangen gancy, kangen sekbil (eh sekbil masuk tangsel ya haha), kangen bulungan.

mungkin gue kena karma. gue kan suka asal ngomong.

gue merasa hidup gue sekarang berantakan banget. gara-gara gue gak punya rencana. kayak, harusnya gue mikir gue kuliah mau berorganisasi kah, mau jadi traveller kah, mau jadi peneliti kah, atau jadi anak teladan kesayangan dosen. gue bener-bener buntuuuuu banget!

gue masih mikir apa yang akan gue lakukan di semester selanjutnya. gue gak bisa berubah sekarang. gue masih terikat di sebuah organisasi. kira-kira gue bakal ngapain ya? atau, enaknya gue ngapain ya? ada yang bisa kasih ide....?

karena sang Maha Melankolis saat ini sedang berubah menjadi Melankolis Buntu

Monday, October 3, 2016

Refreshing my mind : Pura Besakih

setelah selesai jadi panitia Dies Natalis 54 Universitas Udayana, hidup gue yang namanya lega adalah lega. untuk pertama kalinya gue bangun tidur gak memikirkan apapun selain cucian wakakaka. proker gue di bem masih ada 3 lagi. sebenernya ditawarin jadi panitia ini-itu tapi semuanya gue tolak. gue udah lelah..

OHIYA gue mau bilang BIG THANKS buat Torkis sama Hesti. gue stress banget waktu mau closing dies terus gue curhat. gue curhat ke Torkis soalnya dia ngerti keadaan organisasi dan kepanitiaan di Udayana itu gimana. gue curhat dan dia malah ngereceh kan sebel tapi gue ngakak kok di tengah-tengah kegalauan gue wkwkwk. dan Hesti, sebenernya dia gak pernah bener-bener dengerin. mungkin dia juga belum ngerti. dia lebih ke action. kalian harus tau dia ngapain... dia ngebeliin (beneran beli pake duit dia) gue burger king sepaket trus nyuruh gue makan dulu padahal acaranya masih berlangsung. itu merupakan mood booster paling gilaaaa selama satu bulan!!! gue MT banget sama temen-temen gue! THANK YOU #bukansarkasme

okay sekarang gue mau cerita tentang perjalanan refreshing gue. berawal dari waktu gue nginep di kosan Hesti setelah dies. karena capek banget kalo pulang ke Denpasar dari Jimbaran jam 1 malem. besoknya pas mau pulang. Hesti tiba-tiba ngomong, "ah kangen naik gunung dah. sar, ke kaki gunung agung yuk" gue gak kaget. biasa aja. karena hampir tiap saat dia ngomong segala kemauan dia yang aneh-aneh. gue merespon, "ayuk. besok ya" GUE BARU SADAR KENAPA GUE BILANG GITU?!?!

jadilah beberapa menit sebelum pulang itu dihabiskan dengan Hesti packing, sedangkan gue mencari jalan di google maps. keesokan harinya gue ada kegiatan BEM yaitu penggalian dana untuk korban bencana Garut. gue minta dana di jalan sudirman siang bolong sampai gue menjadi seperti nigga begini *sedih* *lebay* tapi apalah arti kepanasan itu dibanding korban disana? yakan!

gue udah siap-siap kabur setelah menghitung uang. namun apadaya gue harus rapat proker selanjutnya. gue tertahan sampai jam 2 siang. Hesti udah gedeg banget kayaknya sama gue. sebelumnya ternyata Hesti mengajak Firly secara inisiatif. padahal Firly baru aja nemenin orang mabok pulang dari track 9 jam 3 pagi. jam 2 siang itu bahkan Firly baru bangun... gue nyamperin dia di kostnya. dia masih ngablu. kita langsung berangkat! gue nyetirin Firly terus Hesti nyetir sendiri wakakakakakaka hebatkan Hesti dari yang gak bisa nyetir motor sama sekali sampe bisa nyetir jauh-jauh.

kita nyari jalan sendiri. thank God jalanan di Bali itu gampang. gak ngebingungin. yang paling enak adalah : semua papan penunjuk jalan gak pernah bohong! lo tinggal ngikutin papan hijau itu dijamin lo bakal nyampe ke tempat tujuan yeay. berangkat dari jam 3 sore, kita nyampe di jalan Besakih jam setengah 5. hujan deras banget. kemudian kita menepi untuk memakai jas hujan (well prepared abis). karena perut keroncongan kita makan di sebuah warung yang pemandangannya hutan-hutan pinus berkabut. keren banget, berasa di puncak sebelum ada peradaban (kayak gue tau aja dulu puncak gimana wkwkwk).

assalaimualaikum ya akhi and ukhti

kita bawa bekal ubi cilembu btw... Hesti suka banget ubi cilembu. bapak sama ibu warungnya baik banget. mereka melayani kita terus-terusan. "tehnya mau nambah?", "darimana ini adek-adek, KKN ya?", "nasinya mau tambah?", "mau ke Besakih? bagusnya sih siang. jam 11 atau jam 12". pokoknya si bapak ini kalo di antropologi cocok banget jadi informan. bahkan si bapak sampe nelfon temennya. yang satu temennya di Pura Besakih. yang satulagi temennya di Nusa Dua. untuk mengetahui apakah hujan atau engga. bapaknya menyarankan kita untuk pulang aja ke Jimbaran. tapi udah tanggung banget........

jam 5 sore, kita pake lagi lah jas hujan kita. siap berangkat lagi menerjang hujan. gue nyetirin Hesti. gantian. jalanannya berlika-liku. ya gimana sih kalo ke arah gunung. begitu dah. kita melewati jalan yang mulai sepi. ada tanah longsornya (creepy banget sumpah). ada becekan di jembatan. gue pelan-pelan terus Firly ngebut banget sampe airnya nyiprat kemana-mana. gue sama Hesti teriak "FIRLY!!!" dan dia cuma pasang tampang nyebelin bilang, "whaatt???" MENURUT LO AJA YAAA

usung punya usung ternyata dia takut ada ular atau apa lah di becekan itu. please deh bok. 

akhirnya jam 5an kita nyampe di komplek Pura Besakih, seneng bangeeet!!!!!! GUE PUNYA BIG NOTES DISINI. jangan terlalu senang sebelum Anda benar-benar sampai di tempat tujuan. disini lah kita mulai sial.... kita di berhentiin sama seorang bapak-bapak mengenakan pakaian serba putih (ini bukan cerita horror). ternyata ada semacam perizinannya gitu. kita diajak ngomong. ternyata masuk kesana harus bayar 15rb/orang. oke gapapa. terus ternyata kita harus pake guide dengan alasan membantu perekonomian warga disana. oke gapapa. kita nawar, dapetnya 100rb/3 orang. oke mulai rugi. terus ternyata kita harus nyewa kain, 10rb/orang. ini kok kita bayar melulu. jantung mulai berdebar lebih cepat dikarenakan uang anak kost tipis....

kita diantar bapaknya masuk. sebelum masuk ternyata kita diwajibkan membeli canang dupa. 10rb/orang. GUE UDAH GAK NGERTI LAGI. CUMA BISA IYA-IYA AJA SAMBIL NGELUARIN DUIT. 

kita masuk..... walaupun itu sore, mendung, gerimis bahkan. gak keliatan pemandangan apa-apa. tapi Pura Besakih is so beautiful. im not lying. Pura terbesar, dan tertinggi di Bali. di kaki Gunung Agung. kiblat umat Hindu di Bali. ada 55 komplek Pura disini. kita ke pusatnya. hawa-hawa pura itu gimana ya. oke gue mau ceritain aja deh gimana pendapat gue. semoga gak ada yang tersinggung ya. setiap gue melihat tempat ibadah umat Hindu, gue merasa ditarik ke zaman kerajaan-kerajaan Hindu. padahal gue gak tau gimana. cuma baca doang. imajinasi gue sih begitu. Pura Besakih udah ada sejak 1200 tahun yang lalu. dibangun tahun 163 Masehi. kadang suka kepikiran apa kata dosen gue yang agamanya Marapu (agama lokal di Sumba). beliau bilang kenapa percaya sama agama yang baru di aplikasikan ke kitab atau bangunan itu setelah ratusan tahun bahkan ribuan tahun manusia itu beradab. gue pun tertampar abis-abisan karena Ka'bah dibangun tahun 600 Masehi. 


disinilah... tempat Rsi Markandya mendapat wahyu Tuhan untuk pertama kalinya. Rsi Markandya merupakan seorang tokoh (kalo di Islam disebut nabi) dari India. cikal bakal aliran Hindu di Bali ialah dari Rsi Markandya. di pelataran pusat, setelah tangga yang di foto ini. ada lambang, bentuknya patung, ukiran. dari Trimurti. Dewa Brahma (pencipta), Wisnu (pemelihara), dan Siwa (pelebur). naik tangga lagi, kali ini ada filosofi dari Panca Dhatu. ketika Rsi Markandya berhasil sampai di Bali dengan selamat membawa 400 pengikut (sebelumnya gagal). beliau mengadakan upacara ritual kemudian menancapkan Panca Dhatu di kaki Gunung Agung. akhirnya selamat lah semua pengikutnya. dinamakan pasukan Basuki atau Besakih yang artinya selamat. itu lah asal-usul nama Pura Besakih.

ada pula filosofi Hindu yang bernama Nawadewata, yaitu 9 Dewa sesuai mata angin. yang utama ada 4 :

Utara : Wisnu ; warna : hitam
Timur : Iswara ; warna : putih
Selatan : Brahma ; warna : merah
Barat : Siwa ; warna : pancawarna

biasanya setelah sembahyang, kita akan mendapatkan gelang Tridatu. gelang itu penuh sekali dengan makna. makna utamanya ialah manifestasi dari Dewa Brahma (merah), Wisnu (hitam), dan Siwa (putih). serta Trikona, artinya kita itu lahir, hidup, lalu mati. jadi siapapun yang memakai gelang tersebut diharapkan selalu ingat bahwa kita suatu saat akan menghadapi kematian dan ingat untuk melakukan kebaikan-kebaikan selama hidup.

this is my Tridatu


oke sisanya kalian baca sendiri.

selanjutnya. pas maghrib, padahal kita bertiga belum sholat ashar. mau bilang sholat, nyiapin mukena sama sajadah. taunya disuruh sembahyang dulu. dan gue di omelin sama Firly gara-gara ini HAHAHA. gue sudah beberapa kali ke Pura dan sembahyang dengan cara Hindu. termasuk Matur Piuning sebelum mengadakan sebuah acara. jadi gue tau sih pasti kita disuruh sembahyang dulu. kita kan udah beli canang. jadi kita sembahyang di pimpin sama Pemangku disana. abis sembahyang, kita sholat. okay ini bertentangan banget sama pendirian gue soal agama (bahwa tidak baik mencampur adukan berbagai agama) tapi ini bagian dari pembelajaran. pembelajaran untuk menjadi lebih beriman. 

kita sholat berjamaah di atas Pura Besakih. sambil nangis. gue tau deep down inside kita bertiga memikirkan serta memanjatkan hal yang sama. pasti.

setelah itu kita dikasih buah-buahan sama Ibu Pemangku. di doakan agar selalu dalam keadaan selamat. terima kasih atas ilmunya Bapak dan Ibu Pemangku ;) 

opini lain gue adalah : Hindu adalah agama yang sangat toleran. sedangkan Islam bukan agama yang toleran, bahkan sangat strict. semenjak tinggal di Bali gue jadi sering mikir tentang agama. soalnya kadang justru ketika kita menjadi minoritas di sebuah tempat, kita jadi lebih mikir. kalo di Jawa kan mayoritas Islam jadi mau lo salah kek bener kek, ya bodoamat. orang-orang gak ada yang nanya ke lo pertanyaan-pertanyaan mendasar tentang agama. sedangkan disini. temen-temen gue suka nanya, "sholat itu pake mukena? kenapa harus pake mukena? kan kamu udah tertutup pakaiannya". atau ketika laki-laki melakukan kontak fisik yang gak biasa menurut gue. mereka suka merangkul dan memeluk tiba-tiba. kaget bok. malu banget kalau ditanyain kita gak tau jawabannya...

kembali ke Islam merupakan agama yang strict. dijelaskan bahwa Muslim bahkan dilarang untuk membalas ucapan salam dari non Muslim. Muslim juga dilarang memberi selamat kepada hari raya agama lain. Islam memiliki peraturan yang sangaaat banyak dan lengkap. tentang apapun itu pasti ada bahasannya di dalam Al-Quran atau hadist. tapi berkat buku Ahmad Wahib yaitu Pergolakan Pemikiran Islam. pikiran gue jadi lebih terbuka, namun gak bermaksud menyimpang

itu buku recommend banget untuk anak muda Muslim. Wahib adalah tokoh di zaman yang sama kayak Soe Hok Gie, tapi Wahib besar di pesantren yang ada di Madura. jurnalnya berisi tentang pemikiran-pemikirannya tentang Islam di era modern. 


oke lanjut. post ini menyimpang kemana-mana. maaf :(

setelah itu kita sempet minum dan numpang pipis di WC. DIMANA KITA LAGI-LAGI HARUS BAYAR wkwkwkwk lelah banget sama pengeluaran hari itu. tapi yaudah abis itu kita pulaaanggg jam 20.12, nyampe Denpasar jam 20.57 NGEBUT BANGET KAN KITAA!!! gara-gara takut di jalan sepi dan gelap :( kita kedinginan, masuk angin, makan dulu. Hesti pulang sendiri ke Jimbaran. lalu kita bertiga pun tewas di kost masing-masing.

begitu lah cerita seru penuh makna dalam satu hari. masih akan ada lebih banyak lagi perjalanan seru di Bali. sampai jumpa di post selanjutnya!


Saturday, October 1, 2016

Punya Kita

campus life itu adalah waktu dimana kita mulai merasa sedih, dan tidak bisa berhenti sedih. selalu saja ada masalah yang datang silih-berganti. ketika satu masalah selesai, bolehlah kita bernafas lega sebentar. kemudian masalah yang lain datang menghampiri. saya akhirnya merasa bahwa dunia ini cukup kejam. pada akhirnya, pikiran positif saya mulai pudar. semoga kepudaran itu tidak terjadi untuk mimpi-mimpi saya.

saya menyesal telah mencoba hidup dalam sebuah organisasi yang tidak saya cintai. saya belajar untuk mencintainya, namun sepertinya saya tidak akan pernah berhasil. dunia ini sudah cukup sadis untuk memberikan pelajaran. kadang saya berpikir mengapa saya tidak bisa seperti oranglain di luar sana, yang sukses, yang tidak salah pilih, yang mampu bertahan dengan pilihannya.

belakangan ini saya suka menyalahkan keadaan. saya merasa semakin jauh dari Tuhan. saya suka menangis sendirian, tanpa ada satu orangpun yang tau. karena sehancur apapun hidup yang sedang saya jalani, saya tetap sendirian...

terima kasih, wahai dunia yang kejam. saya akan belajar untuk jadi lebih baik.

Tuesday, September 27, 2016

Nayucka, kebetulan kah???

            Entah kebetulan atau engga, bentuk pertemanan gue sama kakak gue itu hampir mirip. Gue jadi inget kata-katanya seorang Akdov tentang “siklus 4 tahunan”. Dimana sebuah generasi itu mirip setiap kelipatan 4 tahun. Gue sama kakak gue beda 4 tahun umurnya.

            Nayucka itu nama geng kakak gue semasa SMA. Isinya ber4 : kakak gue, Kak Cika, Kak Andini, dan Kak Ayu. Nayucka itu singkatan nama mereka. Nadia ayu cika andini. Mereka dipertemukan di SMA 47 Jakarta. Gue sebel banget kakak gue sering ngeledekin persahabatan gue bersama Chandra Purnama padahal persahabatan dia JUGA BEGITU  -_-



            Waktu kakak gue masuk SMA kan gue masih SD, dan dulu nyokap gue masih nganter-jemput naik mobil. Jauh banget pula tanah kusir. Dulu gak tau yang namanya commuter line. Setiap jemput kakak gue, gue jadi bisa kenal juga sama temen-temen kakak gue. Nah persahabatan mereka erat banget! Kakak-kakak ini sering ngajakin gue ikut main. Main ke depok, ikut makan-makan, ikut liburan, ikut mendengarkan gossip. Mana gue orangnya suka pede. Gak merasa awkward di tengah geng orang. Laler banget setelah di pikir-pikir...

            Gue seakan menjadi saksi persahabatan mereka. Mulai dari kelas 10 sampe sekarang ini. Waktu lulus SMA mereka baper-baperan. Sedih semua pada mau pisah. Gue tau proses masuk kuliahnya Nayucka. Ada yang diterima PMDK, SNMPTN, dan akhirnya harus masuk swasta demi bisa menjadi dokter. Kak Andini masuk psikologi unpad. Kak Cika kuliah di kedokteran muhammadiyah Ciputat, Kak Ayu sastra jawa UI, dan kakak gue di unpad juga. Mereka berbagi mimpi seperti gue, Ai, Della, dan Dinda. Berbagi keseharian selama kuliah, saling cerita-cerita lewat telfon, selalu ketemu pas liburan.

            Tahun lalu Kak Ayu kecelakaan motor. Kecelakaan yang menyebabkan beberapa bagian tulangnya patah. Kecelakannya cukup parah. Kedua tulang tangannya patah, tulang rusuknya ada yang patah, dan bibir atasnya robek, giginya pun copot yang depan. Kakak gue dengan paniknya waktu itu, nelfon bokap gue minta pulang dari nangor karena mau jenguk. Kak Ayu di operasi berkali-kali. Waktu kakak gue jenguk pertama kali gue sekeluarga ikut. Pas kakak gue masuk, terus manggil, “Ayu...”

            Kak Ayu tiba-tiba nangis kejer banget bilang, “Nad... gue kecelakaan.....”, mereka berpelukan sambil nangis. Gue aja sampe ikutan nangis disitu HAHAHA. Padahal katanya Kak Ayu itu gak nangis sama sekali sejak kecelakaan. Orangnya emang tegar banget. Tapi pas ketemu Nayucka nangis. Mereka jarang ketemu kan pas kuliah. Ehh, sekalinya reuni di rumah sakit. Gak banget. Mereka ber4 reunited di rumah sakit. Menemani Kak Ayu menjalani berbagai operasi sampai akhirnya bisa beraktivitas dan kuliah lagi.

            Gara-gara kecelakaan itu Kak Ayu jadi telat lulus. Tapi akhirnya sudah di wisuda! Hebat banget kaan. Saat ini Kak Cika lagi koas di daerah Banjar. Jadi bagian radiologi. Kak Andini lagi galau soal jodoh. Random gak gue. Gue pengen nulis ini gara-gara nguping perbincangan kakak gue waktu telfonan sama Kak Cika. Yaampun persahabatan yang longlast, siapa sih yang gak mau kayak gitu??



            ANYWAY mereka baru aja liburan bareng ke Pulau Pari ahahahaha!! Untuk merayakan “SUDAH SELESAI SKRIPSI”. Mereka juga setia hadir di masing-masing wisudanya lohh





dari kiri ke kanan : kakak gue, kak andini, kak cika, dan kak ayu



#BESTFRIENDGOALS




Udah gitu anehnya lagi, pas kakak gue kuliah sahabatnya ada 3. Kak Arsyad, Kak Fristy, dan Kak Mentari. Mau tau anehnya apa? Persahabatannya mengingatkan gue sama Torkis, Febby, dan Firly.


ini waktu Kak Mentari ulangtahun. captionnya "23rd birthday, 6 times celebrating with them"



Jadi, dengan segala kemiripan ini, coinsidence or not? hehehehe



NB : semoga persahabatan gue langgeng juga


Sunday, September 4, 2016

Kuliah Perdana Antropologi Agama


orang-orang yang bodoh ialah orang yang merasa bangga ketika mencampuradukan berbagai ibadah dalam beragama.

agama itu dogmatis, tidak dapat diganggu gugat. agama itu inklusif, harus dihargai oleh seluruh manusia.

mempelajari agama dengan manusia memiliki satu tujuan : semakin meyakini agama diri sendiri, dan bisa menghormati agama yang lain.


Wednesday, August 31, 2016

5 Tahun Sudah


malam ini,

sedikit berbeda. malam dimana aku secara tiba-tiba mengingatmu lagi. sekelebat kenangan muncul dalam pikiranku ketika melihat pesawat melintas di langit gelap.

kamu dimana?

kamu yang dulu selalu hadir di setiap hariku. kamu yang memperjuangkanku sampai membuatku luluh tak berdaya. hah, ku rasa aku sudah gila sekarang. aku tau kamu tidak akan kembali namun mengapa aku masih memikirkanmu? terkadang, kamu muncul seperti rasanya baru kemarin kita saling mencintai satu sama lain. rasanya seperti baru kemarin kamu memberikan surat itu. padahal sudah 5 tahun terlewati. begitu banyak proses hidup yang ku jalani tapi kenapa masih kamu? selalu saja kamu. selalu kamu yang membuatku merasakan....... sudahlah.

yang ada saat ini hanyalah penyesalan... penyesalan...


Friday, August 26, 2016

Dibilang Mirip


di mirip-miripin sama orang itu rasanya, sedikit complicated...

enak kalo orang yang di miripin ternyata cantik, baik, pinter, hebat. lah kalo di miripin sama yang kebalikannya kan sebel hahaha. tapi.... TADAAA! alhamdulillah gue di bilang mirip sama orang yang serba lebih daripada gue

gue dibilang mirip sama seorang demisioner staff soslindup (kementrian gue saat ini) BEM PM tahun lalu. namanya Kak Ami. dibilang miripnya sejak awal dibuat group soslindup, begini :


gue gak tau dia siapa, orangnya kayak gimana, cara kerjanya gimana. dan BAHKAN GUE BELUM MULAI KERJA sama sekali waktu itu -_- entah penilaian darimana yang dilihat sama menteri dan wamen gue... mungkin waktu tahap seleksi (?)

seiring berjalannya waktu, gue mulai tau tentang Kak Ami dari berbagai cerita orang di BEM. yang katanya dia jago bisnis, sudah memulai bisnis setelah selesai di BEM. dia anak ekonomi 2014. gue juga biasa-biasa aja kalo dibilang mirip, cuma planga-plongo "hah iyaya kak?" karena gue gak tau Kak Ami itu gimana bentuknya.

hingga suatu hari ketika Student Day Udayana 2016, gue melihat langsung Kak Ami itu seperti apa. gue cuma senyumin, dia balas senyum, terus selesai. gue nanya Kak Sutan,

"itu Kak Ami bukan sih kak"
"iya dek itu yang kakak bilang mirip kamu"

MANA MIRIPNYA YA TUHAN... gak mirip sama sekali bye



pertama, cantikan dia. kedua, pinteran dia. ketiga, hebatan dia. keempat, dia girly banget.
gue alhamdulillah dibilang mirip sama dia wkwkwkwkwkwk cuma kasian ya dia di miripin sama gue :(



tapi kalian harus tau sesuatu....

hari ini......

ketika gue sedang di masjid dekat student centre, habis ngurusin Jegeg Bagus Udayana 2016. gue pakai mukena sambil duduk nunggu maghrib. terus tiba-tiba ada seorang perempuan duduk di sebelah gue. kita sama-sama duduk disitu mungkin selama 15 menit atau lebih. kita sholat berjamaah, kemudian waktu salam. "assalamualaikumwarohmatullah" *nengok kanan*, "assalamualaikumwarohmatullah" *nengok kiri* 

JENG JENG JENG JENG

YANG DI SEBELAH GUE ADALAH KAK AMI



kenapa gue bisa ketemu dari sekian banyak orang di kampus ini. kesempatan untuk bertemu orang di Udayana itu sulit. apalagi kalo beda kampus. gue kuliah di Denpasar sedangkan Kak Ami kuliah di Jimbaran. gue gak tau harus berbuat apa. mau nyapa malu, mau ngediemin jahat, mau kabur bodoh juga. gue sempet ragu bener apa engga sampai akhirnya malah Kak Ami duluan yang sadar dengan kehadiran gue, 

KA (kak ami) "eh kamu"

gue "eh Kak Ami.. aku Sarita kak staf soslindup tahun ini"  SUMPAH GUE GATAU KENAPA GUE TIBA-TIBA INISIATIF MEMPERKENALKAN DIRI KAYAK ORANG GILA

KA "hahaha iya iya tau. kamu darimana sar?"

kita malah ngobrol. kita malah ngobrol pas orang-orang lagi baca doa. dosa banget dech. hiks. terus Kak Ami ngajakin jalan kaki bareng sampe halte. ngobrolah kita tentang berbagai macam hal. ngomongin Bali macet, ngomongin kegiatan-kegiatan kita. obrolan yang cukup singkat namun berhasil menyadarkan gue akan satu hal.

gue benar-benar berhasil melihat refleksi diri gue di dalam Kak Ami.


kebetulan atau takdir? Tuhan telah mempertemukan gue dengan orang hebat yang setidaknya bisa menampar gue untuk jadi lebih lebih lebih dan lebih baik lagi :) 


Tuesday, August 23, 2016

Aisyah dan Wanadri #1


ini adalah janji gue kepada salah satu sahabat terbaik gue, yaitu : Aisyah Jasmine Yogaswara.

mau tau janji gue untuk Ai itu apa?

"menyambut dia di upacara penutupan Pendidikan Dasar Wanadri 2016".


back to the time where she first decided to join W. 2014.

Wanadri. sudah menjadi kiblat di dunia pencinta alam di Indonesia. ialah pioneer berbagai lintas alam. gunung, sungai, rimba, tebing, laut. sebuah komunitas besar yang membuat siapapun harus mikir (jangankan dua kali mikir) berkali-kali untuk ikut. bagaimana tidak? pendidikannya harus melewati berbagai tahap. sebelum pendidikan ada proses seleksi yang ketat. mulai dari tes kecerdasan, tes kesehatan, tes fisik, sampai tes psikologi. hingga menjalani pendidikan selama satu bulan di alam bebas. semua medan ditempuh, termasuk longmarch sejauh 120km lebih. itulah Wanadri. 

lalu Ai, 2 tahun yang lalu. suatu ketika setelah pacaran dengan Kak Tias yang notabene adalah anak Wanadri. Ai datang ke upacara penutupan PDW (Pendidikan Dasar Wanadri) tahun 2014 (PDW diadakan setiap 2 tahun sekali). gue sangat ingat, kala itu Ai cerita di group Chandra Purnama. dia cerita kalo dia gak ikut upacara sampai selesai. dia lari ke mobil bilang mau duluan, padahal dia menangis. dia menangis sendirian, karena dia sangat ingin untuk berada disana. dia ingin menjadi peserta PDW yang dilantik di Kawah Upas. saat itulah, pertama kalinya Ai bilang dia ingin ikut Wanadri.

menjalani keseharian selama SMA, di dunia yang tidak jauh dari hal-hal mengenai pencinta alam yaitu ekskul Sisgahana SMAN 70 Jakarta. kita sering banget bercanda. "ahahaha tunggu aja nanti sampe Ai ikut W", "ciye pastilah Ai ikut Wanadri", "nanti kalo lu ikut Wanadri lu latih semua anak Sisga ya Ai", dan masih banyak lagi. candaan itu keluar begitu saja tanpa ada beban... tanpa tau itu semua akan benar-benar terjadi. di tahun itu jugalah, Chandra Purnama : gue, Dinda, Della. membuat janji untuk hadir saat Ai bisa sampai akhir ketika ikut PDW.

Ai menerima banyak tantangan dari orangtuanya untuk dibolehkan ikut PDW. berhubung salah satu syarat untuk mengikuti PDW adalah adanya tanda tangan "kontrak mati" dari orangtua kepada Wanadri. jadi apabila salah satu peserta meninggal dunia saat PDW berlangsung, orangtua tidak boleh menuntut komunitas tersebut. siapa orangtua yang gak was-was?

Ai harus diterima di salah satu PTN di Indonesia. Ai belajar mati-matian untuk bisa masuk PTN yang diimpikan, juga jurusan yang diimpikan. akhirnya Ai diterima di Fakultas Hukum Universitas Padjajaran. syarat yang kedua, Ai harus mencapai IP di atas 3. dan lagi-lagi dia berhasil. Ai, semoga lo sadar kalau lo itu salah satu orang paling beruntung di dunia dengan semua yang lo miliki saat ini. ingat itu!!! *sinetron*

Aisyah memperkuat niatnya dengan alasan : dia ingin memiliki keluarga di Bandung. dia ingin memiliki saudara yang mau "susah-senang" sama dia, seperti sama CP dulu. gue ngerti, gue berharap lo sudah menemukan keluarga lo setelah pulang nanti. amin.

gue gak tau apa aja perjuangan yang lo lalui. maaf gue gak ada di samping lo pas lo lagi menjalani semua itu. gue baru sadar kalau lo sedang menjalani impian lo. entah kenapa gue merasa bahagia banget seakan-akan gue juga ikut PDW (padahal gak mungkin). gue bahkan tetap bisa tersenyum ketika melihat lo repot pra-PDW. gue tau itu perjuangan besar. susah banget untuk melalui itu semua. tapi gue seneng, seneng banget. karena entah kenapa gue udah tau dan gue yakin 99,9% : perjuangan besar itu akan lo menangkan dengan hasil yang besar pula. seperti elo yang kita tau, the powerful Aisyah who will get everything she wants.


gue merinding disko waktu baca lagi blognya Ai tahun 2014, 

http://jasmineandherlife.blogspot.co.id/2014/09/wan.html

"Wan...

001
Iya, memang iya
Kita berdiri di tempat yang sama
Tidak, tapi tidak
Kita tak bisa jadi sama

002
Tetap tidak bisa setara

003
Kita tidak akan setara
Sebelum aku bisa berdiri persis ditempatmu
Sebelum aku merasakan yang kamu rasakan
Sebelum aku menjalani yang kamu jalani
Sebelum aku melalui yang kamu lalui

004
Air mata jadi doa
Peluh jadi bukti
Kulit kulit terbakar

005
Adalah bagaimana
Bagaimana untuk bertahan dalam lelah, dalam sukar, dalam keputusasaan, dalam lemah, dalam rendah, dalam tekanan, dalam rapuh, dalam derita

006
Dan aku mau
Aku bersedia
Aku akan melakukan segalanya, apapun
Untuk berdiri ditempatmu berdiri
Untuk jadi setara denganmu

007
Wanadri "



to be continued....


Friday, August 19, 2016

Chandra Purnama #44


Pew, dimanapun kalian, semoga kalian tetap sehat dan bahagia ya. terutama aisyah yang lagi pendidikan dasar wanadri (walaupun aneh juga kalo lo bahagia di tengah hutan nun jauh disana, tapi pasti ada secercah kebahagiaan karena itu merupakan impian lo yakan?)


gue gatau kenapa gue malah nulis di blog bukannya di group Chandra Purnama. i know we're so busy with our own schedule, but thats why i wrote this...

gue gak menyalahkan kesibukan itu. gue mau curhat. gue sedih. gue gak tau apa yang gue jalani udah bener atau belum. gue gak tau apakah worth it untuk pulang larut malam demi mengerjakan suatu acara yang lagi gue jalani. gue gak merasakan apapun saat menjalani semua ini. gue buntu, gue mati rasa, gue gak excited, gue gak tau mana jalan yang harus gue pilih.

gue sendirian. gak ada kalian yang selalu tau kita harus kemana. kalian yang tau gue bahkan lebih dari diri gue sendiri. kadang gue cuma pengen ada kalian untuk "menunjukkan jalannya". ada kok rasa bahagia dan bangga saat menjalani ini semua. tapi beda... effort-nya beda sama gue yang dulu.

inget quotenya Bob Marley yang, "the truth is, everybody is going to hurt you. you just got to find the ones worth suffering for"

layaknya quote itu, organisasi atau wadah yang kita tempati pun begitu. mereka akan menyeret kita, membuat kita tertatih-tatih dengan bermacam perjuangan. kita cuma perlu menemukan mana yang pantas untuk diperjuangkan. and i dont know "the ones" worth suffering for....

intinya gue bodoh, labil, gak jelas


Pew, jangan saling melupakan ya. satu hal yang akan selalu gue ingat. kalian selalu ada. bulan purnama akan selalu muncul. hal sekecil melihat purnama saja bisa membuat gue menangis, apalagi kalau kita berhasil mencapai apa yang kita impikan.

karena impian kalian adalah impian gue juga. kebahagiaan kalian adalah kebahagiaan gue juga. sampai berjumpa di Situlembang.




love,

sapita


Thursday, August 18, 2016

#IndonesiaBisaEmas


hello, happy independence day my motherland, Indonesia!

first of all, we should thank Tontowi Ahmad and Liliyana Natsir, our mix doubles badminton player that just won GOLD on Olympics Rio 2016 last night! bangga, bangga, dan bangga. itu merupakan emas pertama untuk Indonesia di sektor ganda campuran bulutangkis sepanjang sejarah olimpiade. dan kado terindah untuk 17 Agustus 2016. penutup hari yang sangat manis.



seperti yang kalian ketahui, gue adalah salah satu fans fanatik bulutangkis. gue gak bisa diganggu gugat kalo harus nonton bulutangkis. seluruh keluarga gue suka. ironisnya bahkan kakek gue meninggal setelah bermain bulutangkis. nyokap gue yang awalnya mengenalkan gue dengan berbagai pemain tenis maupun bulutangkis. gue pun jadi ketularan suka banget.

Liliyana Natsir atau Butet, udah koleksi berbagai medali. hattrick All England sama Tontowi Ahmad. jadi world number one. dan emang impian terbesarnya adalah dapet medali emas olimpiade. she did it, and she deserve it. dengan latihan keras, selama olimpiade ini mereka gak kehilangan satu game pun alias tak terkalahkan. termasuk mengalahkan ganda nomor satu dunia, pemain kesukaan gue juga yaitu Zhang Nan dan Zhao Yunlei.


semalam gue nonton di tv sambil nangis merinding saat lagu Indonesia Raya dikumandangkan di negara yang sangat jauh, di negara orang, di hari kemerdekaan Indonesia. baper banget kaaan tapi itu mengharukan banget sumpah. gue bahagia. itu akan jadi memori yang akan terus dikenang, sepanjang masa. 


terus gue sedih, karena Zhao Yunlei memutuskan untuk gantung raket. dia udah tua sih untuk ukuran pemain cina. pertandingan dia yang terakhir saat melawan Xu Chen/Ma Jin memperebutkan medali perunggu Rio2016. pas menang, Zhang Nan meluk dia lamaaaa banget. taunya pas di wawancara dia bilang kalo dia mengundurkan diri jadi pemain profesional. huhuhu sedih banget



tapi intinya gue bahagia, begitu pula dengan rakyat Indonesia lainnya saat mengetahui kalo kita dapet emas. selamat menikmati bonus yang banyak ya Owi/Butet. btw labelling theory nya Owi berhasil. dia ngecat rambut emas supaya dapet emas WAKAKAKAK


Legenda.




Birthday on Independence Day


pili itu panggilan buat firly fatimah sugianto. anaknya om sugianto sama tante endang. anak jaktim yang suka banget ngomel. HEY GUYS, sekarang setiap tanggal 17 agustus gue gak cuma merayakan kemerdekaan Indonesia, tapi juga ulangtahunnya firly

selamat ulangtahun firly, tulisan ini buwat lo. dan gue akan cerita sedikit tentang lo. gue nulis tgl 17 agustus dini hari sambil terkantuk-kantuk gak jelas

gue lupa kenapa tiba-tiba kita bisa deket. jadi tuh kita sekelas di antrop. kita gak pernah bersosialisasi berbulan-bulan entah kenapa. kita baru deket bulan november 2015. baru bentar banget kan! gue deket sama firly belum nyampe satu tahun. cuma rasanya udah kayak bertaun-taun. mungkin gara-gara kita bareng mulu(?) 

fir, mau tau pendapat pertama gue mengenai elo dulu? lo itu kayak cewek brandalan jakarta yang hobinya ngebully anak orang. gue takut sama lo jir. sedangkan lo tau sendiri gue good girl (HAHAHA SUMPAH GUE PEDE BANGET) 

petani darimana ini?!

waktu awal kenal ternyata lo baik dan asik. kita kemana-mana bareng. jalan-jalan mulu pula. gak tau jalan kemana, bahkan kadang kalo lagi istirahat kuliah kita bisa ngebolang. kadang nyari tempat makan baru, kadang juga cuma tidur di kosan lo karena siang bolong panas banget. kita tidur trus kadang suka cabut kelas karena gabisa bangun walaupun udah pasang alarm berkali-kali. kadang dia sadar, kadang gue sadar, kadang kita berdua gak sadar sama sekali.

"sar udah jam segini ayo kelas"
"fir mau kuliah gak?"
"ah gila gua capek banget"

ujung-ujungnya kita berdua nitip absen wakakakak. di semester 2, gue lagi muak banget sama kuliah. lo malah rajin. lo menyemangati gue terus buat kuliah. walaupun dengan cara yang sewot karena lo emang kalo ngomong gak pernah nyantai!!!

"sar??!!" 
"dimanaa"
"p" a thousand times.
"KENAPA SIH MUSTI BEGITU LO NYEREM2IN GUA AJA DA"
"MAKSUDNYA BEGITU APAYA"
*nelfon* *ngomel-ngomel*

FIRLY SUKA NGATAIN ORANG SEENAK JIDAT



untung gue gak nangis di pojokan kamar gara-gara lo katain begitu fir. ya Allah sabar aja gue sih. 

kita suka gantian sakit. gue sakit, lo dateng bawain obat sama bubur, so unyaw :3 kalo lo sakit nanti gue disuruh dateng ke kosan lo karena lo bilang, gue cuma mejeng aja lo bisa sembuh. lo pernah gila sendiri bikin gue panik gara-gara lo LAGI SAKIT MALAH MAU DUGEM DASAR TENYOM. dan lo juga pernah mau dugem janjian sama bule, saat itu lo gatau aja gue, febby, sama torkis sampe rapat mendadak mikir gimana cara menghalangi lo nekat. GUE HAMPIR IKUT NEKAT JUGA KE LA FAVELA BUAT NYERET LO PULANG. bodoamat fir, bodoamat....

lo suka gak sadar kalo banyak yang peduli sama lo, lo suka gak sadar kalo sebenernya bukan lo aja yang stress dan punya masalah. kita semua sama-sama stress tau gak. kita memiliki problema yang sama. jadi jangan pernah merasa kalo lo sendirian ok plis tolong jangan suka bikin orang khawatir 

gue inget kita nyepi bareng (hari raya nyepi di bali maksudnya). gue nginep di kosan lo karena kosan lo ada kompornya jadi kita masak. malemnya kita nonton ogoh-ogoh, menjadi pepes di antara ribuan manusia di simpang 6. kita belanja buat masak, berantem di supermarket berdebat mau makan apaan dan saling ngatain cara masak WAKAKAKAK. lo ngajak ribut mulu gue juga jadi gak nyantai kamprett. terus malem-malem gue udah tidur as always. gue udah enak banget itu tidur. lo keluar pengen liat bintang ngajakin gue, tapi guenya gamau karena ngantuk. lo bilang di group antrop pada nakut-nakutin. pas lo keluar, lo masuk lagi, baca group. EH TIBA-TIBA NI BOCAH NANGIS KEJER BANGET GARA-GARA KETAKUTAN. ngakak banget yaambon kalo di inget-inget!! lo ngebangunin gue berkali-kali sambil nangis abis itu malah gue marahin "ahelah lu kenapa si. gausah nangis" trus tidur lagi.... HAHAHAHA GUE JAHAT YA im sowry



and ofcourse. kita menamakan motor lo kimcil. gara-gara motor lo super bala sebelom dikasih nama. kimcil kita pake ke bluepoint ngadet di tanjakan. gue udah deg-degan kalo sampe harus ngedorong motor di tanjakan yang jauh darimana-mana. trus kita ke beachwalk parkir sembarangan supaya gak bayar (setan banget emang). pas balik kita buru-buru mau kabur dari tukang parkir sambil ketawa-ketawa tapi motor itu oleng. TAUNYA BANNYA DIKEMPESIN SAMA SATPOL PP. udah gitu dikempesinnya dua-duanya pula. sepanjang jalan menuju tambal ban, nih ya fir kalo lo inget.... semoga lo inget.... LO MARAH-MARAH TERUS SAMA GUE SEDANGKAN GUE CUMA BISA DIEM AJA PENGEN CEPET NYAMPE KE TUKANG TAMBAL BAN. sedangkan ELO MARAHIN GUE SEAKAN SEMUA HAL DI DUNIA INI, KESALAHAN SI ABANG PARKIR, KESALAHAN COUNTER PULL&BEAR BEACHWALK, KESALAHAN RESEPSIONIS HOTEL, KESALAHAN ORANG-ORANG PACARAN DI PANTAI KUTA ITU ADALAH SALAH GUE....

huft. sekian.

akhirnya kita menamakan dia kimcil. padahal kimcil artinya jablay :( gue sedih bet. tapi sejak dikasih nama dia jadi baik dan enak diajak ngebut. ngomong-ngomong soal ngebut. lo nyetir ngebut banget fir. kadang kalo gue mangap dikit itu mulut udah kayak komeng di iklan yamaha, bletat bletot sangking lo ngebutnya trus muka gue kena angin gelebug. gue suka pegangan sama firly tiap naik motor, narik-narik bajunya, kode supaya jangan ngebut. tapi lo gak pernah peka :( yaudalaya. lo bayangin waktu nganter firly ke bandara. sempet-sempetnya kita makan ice cream gusto dulu baru ke bandara setengah jam sebelom boarding. kita panik banget. ABIS ITU FIRLY SAMA FEBBY MALAH RACING DARI SEMINYAK SAMPE BANDARA. gila itu orang berdua udah gila emang



ini video kita pas di ubud

beberapa minggu sebelum pulang ke jakarta di semester 2. kita sering jalan-jalan. awalnya kita ke ubud buat ke tegalalang. kita makan di restoran italy yang gue lupa namanya tapi enak banget di ubud. terus kita iseng ke tengah ubud jalan-jalan liat toko buku, toko sepatu. kita ngeliat ada ngaben. taunya prosesinya besokannya. akhirnya besoknya kita ke ubud lagi buat nonton salah satu upacara ngaben terbesar.

ngaben Cokorda Widura Putra

itu yang di foto atas namanya Bada Tumpeng. setinggi 15 meter dan berat 8 ton. orang-orang pada membawa itu sambil lari-lari dari pasar ubud sampe ke pura yang jaraknya mungkin 2km. KITA IKUTAN LARI-LARI GARA-GARA KALO KETABRAK GITUAN BISA MATI. saat itu ada bule ketabrak, sempet berenti. gue rasa itu bule langsung memar sama pendarahan dalem -_- itu ketabraknya keras banget. SERU DAN KEREN BANGEEET prosesinya

itu adalah sedikit cerita kita yang tentunya super-duper-seru





HAPPY BIRTHDAY FIRLYYY! selamat 19 tahun. kado pertama lo dari gue adalah tulisan ini yang semoga mengingatkan betapa berartinya lu dalam kehidupan kuliah gue! semoga lo gak kebanyakan ngomel lagi sama gue, jangan sakit yaa, kita harus rajin berenang. jangan u-know-what sesuatu yang merusak paru-paru lo. semoga lo selalu bahagia, kalo sedih atau stress ya dikit aja abis itu seneng lagi. semoga kuliah lo lancar, rejeki lo lancar, semoga kimcil makin enak dipake. semoga panjang umur, mimpi-mimpi bagus bisa terwujud, yang jelek dibuang aja




dan yang terakhir, LEKAS PULANG KE BALI!



Monday, August 15, 2016

Bagaimana Rasanya Menjadi Mahasiswa Antropologi Budaya Universitas Udayana


ini tulisan buat kalian yang nyari "antropologi udayana" tapi gak ketemu-ketemu di google hahaha. emang universitas udayana aneh bin ajaib. saya gak mau ngatain jelek sih, nanti saya dihujat massa terus dilaporin mencemarkan nama baik~ jadi, saya akan menceritakan pengalaman saya ketika masuk kuliah dulu.

hai, sebelumnya perkenalkan. saya sarita. mahasiswa antropologi universitas udayana tahun 2015. saya dari jakarta. kalo kamu yang baca ini mau nanya-nanya, silahkan hubungi saya lewat line dengan id : merbabu103

dulu saya diterima lewat jalur SNMPTN, dengan hanya satu pilihan saja : antropologi udayana. kamu pasti udah ngatain saya gila sekarang. tapi engga kok, saya masih waras. saya pindah ke bali bulan juli abis itu gak pulang-pulang sampe januari 2016. 

pertama kali saya nyampe disini. yang teman-teman saya bilang ke saya "wah enak dong lu jalan-jalan mulu". jawaban untuk pernyataan ini, sebenernya tergantung orangnya. kalo orangnya suka hedon, ya tinggal hedon. kalo orangnya suka travelling, ya tinggal jalan. kalo orangnya gak suka jalan-jalan, ya gak bakal tau apa-apa. tapi jujur, tujuan saya memilih bali itu bukan karena saya pengen jalan-jalan. saya mau kuliah, saya niat banget pengen belajar antropologi. menurut saya jalan-jalan berpetualang aja gak cukup. saya mau tau lebih tentang "manusia" dan "budaya"nya, yang beragam. saya rasa di Indonesia sekarang antropologi udah cukup dikenal ya. udah bagus juga kok mengenai pendidikannya di berbagai perguruan tinggi

syarat paling utama menjadi anak antropologi itu : harus mau buat bersusah ria. karena tempat kita penelitian itu gak semuanya enak, bahkan mungkin banyakan gak enaknya. kedua, harus tahan dengan stigma orang-orang kalo anak antropologi itu madesu alias masa depan suram hahaha

saya cari-cari kost di denpasar, berhubung kampus saya di Jl. Pulau Nias 13. buat kamu yang mau cari kost-kostan, di daerah saya itu namanya waturenggong itu banyak tempat fotokopian, tempat makan, sama distro-distro gitu. daerah mahasiswa banget lah. kalo mau yang bagus dan mahal, di daerah renon. itu banyak kost-kostan mewah. kalo mau yang murah dan deket kampus, kamu cari aja ke belakang kampus sudirman, disana banyak kost-kostan murah, tapi di dalem gang notabene susah cari makan

by the way, saya udah setahun survive di bali tanpa kendaraan bermotor. saya disini punya sepeda doang. kadang-kadang naik sepeda, lebih sering jalan kaki. soalnya saya jalan bareng sama temen saya. lumayan jalan kaki satu kilometer dari kostan ke kampus setiap hari, bolak-balik. tergantung sih, kalo nasib kamu baik, kamu ditebengin sama temen-temen kamu yang baik hati. seperti saya yang sering dikasihani oleh teman saya. notes : USAHAKAN KAMU PUNYA MOTOR! karena disini minim kendaraan umum. cuma ada bus sarbaghita (seperti transjakarta), berhenti di halte-halte. mulai dari kota sampai ke GWK di jimbaran.

usahakan kamu mencari teman ya. jangan sok tau sendiri, apalagi sombong. kamu bukan siapa-siapa di tempat baru. kamu yang harus beradaptasi sama lingkungan, bukan lingkungan yang nurutin kemauan kamu. tapi ingat juga untuk menunjukan jati diri, taring atau kelebihan kamu yang kira-kira bisa kamu aplikasikan. kamu gak harus jadi apa yang oranglain mau, tapi kamu juga gak bisa seenaknya. ya gitu deh malah jadi muter-muter pusing kan!


tahap yang harus dilalui sebagai maba alias mahasiswa baru, sangat banyak, repot, menguras uang, menguras tenaga, dan menguras waktu. inalillahi. ada PKKMB (pengenalan kehidupan kampus mahasiswa baru) itu diadakan resmi dari rektorat universitas. di isi oleh dosen-dosen sebagai pemberi materi. dikenalin sama rektorat, dekanat, fasilitas-fasilitas apa aja yang ada di kampus, terus gimana caranya daftar KRS, bayar uang kuliah tunggal. ya pokoknya hal-hal umum yang sebenernya dulu juga gak saya perhatikan. saya hobinya tidur, selama penjelasan itu saya tidur terus sampe mangap-mangap. abis itu ujung-ujungnya nanya sama temen, "eh ini gimana sih". itulah gunanya teman...

kemudian ada Student Day Universitas. student day ini nama bagusnya ospek wkwkwk. berhubung sejak tahun lalu ospek udah dilarang sama kemendikbud. akhirnya semua universitas negeri merubah nama ospek itu jadi berbagai macam. nah kalo di unud namanya student day, yang mengadakan BEM PM (badan eksekutif mahasiswa pemerintahan mahasiswa). disini masih ada sedikit "marah-marah", tapi bukan perpeloncoan. tenang aja. pelonco itu kalo kamu diperlakukan seperti binatang. ini engga. kamu dianggap manusia, hanya saja kamu memang harus berhati-hati. jangan melakukan kesalahan yang gak perlu. jangan sok-sok melawan, kamu cuma cari masalah aja. kalo kamu gak suka, lakukan perubahan itu, jangan cuma bisa ngomong doang okay

tujuannya dari "tegas"nya para senior itu supaya kalian tertib. ya tau lah orang Indonesia gak bisa nurut kalo gak di kerasin. jadi sabar aja yaaa, ikutin aja. semakin hari, generasi muda semakin waras kok. 

jangan bandinkan unud dengan kampus ternama seperti UI, ITB, UGM, UNPAD, atau yang lainnya yang kalian anggap bagus banget ya. unud masih dalam proses berkembang. dan satu hal yang saya rasa perlu dirubah dari mahasiswa disini adalah : mereka banyak yang merasa udah puas dengan apa yang dimiliki. padahal, masih banyak yang perlu dibenahi. karena unud itu di Indonesia, bukan cuma di bali.

pergaulan disini jelas berbeda dengan di jawa. saya pribadi nih ya, kena culture shock yang luar biasa. saya orang jakarta kebiasaan ceplas ceplos semua kata kasar. disini kebanyakan teman saya dari daerah. dari bali, flores, banyuwangi, trenggalek, dan lain-lain. mereka ngomong pake aku-kamu, ngomong pada halus-halus banget, apalagi orang flores yang selalu memakai EYD dengan baik dan benar. astaga. orang jabodetabek disini lumayan banyak. kita punya perkumpulan sendiri walaupun gak resmi. kebanyakan cuma niat ngehedon doang. dugem lah, nongkrong lah, ya begitu deh. ada berbagai paguyuban dari berbagai daerah juga yang mungkin bisa menampung cara bergaul kamu. contohnya IMSU, dan pamanahan. 

saya awalnya friendless. padahal saya orangnya cenderung mudah akrab sama oranglain. tapi disini semuanya serba beda. jadi saya ragu-ragu untuk memulai pertemanan. saya lebih memilih cari yang nyaman dulu, baru menemukan teman-teman baru yang lain. maksudnya yang nyaman itu, yang nyambung sama saya, dari daerah yang sama, yang punya masalah sama dan bisa menyelesaikannya bareng-bareng. lambat laun saya belajar, saya berteman, saya ikut organisasi, dan tadadada sekarang saya punya teman dari seluruh fakultas yang ada di universitas udayana. baik yang di denpasar maupun di jimbaran.

sesudah ospek universitas, ada pula PKKMB dan student day fakultas. itu juga saya jalanin aja. pokoknya semua ospek yang ada saya jalani sebisa saya aja. gak mau aneh-aneh. yang penting saya selesai urusannya. walaupun saya harus menanggung banyak biaya kalo ada kelompok-kelompok gitu. dimana uangnya gak ada yang balik #sedih. nah kalo ospek jurusan bedalagi ceritanya

nama himpunan antropologi udayana itu "KRAMA", kerabat mahasiswa antropologi. waktu saya masuk dan di briefing mengenai ospek yang bernama PPPM (pelatihan penelitian pengabdian masyarakat). seniornya masih pada baik. ramah sekali. waw aku terharu. namun ternyata saat PPPM kita naik truk sapi selama beberapa jam. disuruh tidur. terus pas nyampe diteriak-teriakin, mobilnya dipukulin disuruh lari. jadi inget pendidikan waktu SMA dulu *lah*. saya memberikan sedikit effort untuk PPPM. saya semangat banget walaupun ujung-ujungnya jadi bahan bercandaan senior. saya gak tidur seperti ospek univ atau fakultas. seru banget deh PPPM. kita di desa penglipuran selama 3 hari, rambut dikepang sesuai tanggal lahir terus gak di lepas-lepas. pas pulang rambutnya berubah jadi kriting lucu gitu #gakpenting

saya menaruh hati pada KRAMA. karena saya merasa wah ini dunia saya banget. saya mau deh ngurusin KRAMA. saya udah jadi pengurus nih sekarang. tapi entah kenapa saya beda ideologi sama cara menjalani organisasinya. saya mau bantu, saya menggunakan cara yang menurut saya benar. tapi gak ada yang menggubris. malah hasilnya makin berantakan. saya lelah. akhirnya saya masuk BEM universitas. dan kamu tau gak? ternyata saya tetap merasa berbeda. saya merasa pikiran saya asing sendiri. tapi yaudahlah. saya rasa lebih baik menjalani secara profesional saja. saya menjadikan semuanya sebagai pelajaran. saya biasa berorganisasi di tempat yang mengutamakan kualitas dibanding kuantitas, di tempat yang membebaskan anggotanya untuk berekspresi. disini gak bisa begitu. jadi pikir-pikir lagi ya nanti kalo mau ikut organisasi. observasi dulu, kemudian pilih yang menarik jiwa kamu. jangan cuma sekedar pengen aja atau nimbrung temen

di kelas antropologi 2015, ada 40 lebih mahasiswa dijadikan satu kelas. ada yang rajin, ada yang numpang duduk doang, ada yang cuma nitip absen terus gak pernah masuk kelas. itu semua tergantung kamu. semuanya serba tergantung kamu. karena kamu menjalani tanggung jawab itu sendiri. dosen gak seperti guru yang peduli dengan nilai kamu. mereka cuma mengajarkan, kemudian mereka menunggu inisiatif kamu. peka dikit lah ya jadi mahasiswa nanti wakakakaka malah jadi baper

kalo kamu beragama Islam, di dekat kampus sudirman ada beberapa masjid. di belakang kampus sudirman, di sebelah kampus sudirman, dan di jalan diponegoro, di sebrang CK. kamu harus rajin beribadah, dan mempelajari agama kamu sendiri. soalnya agama hindu menjadi mayoritas di bali. kalo mereka nanya tentang agama kamu terus kamu gak tau, malu dong, berabe itu. apalagi hobinya orang bali itu ngobrol. mereka suka banget ngajakin ngobrol mengenai berbagai hal. jadi bersiaplah!

mengenari antropologi. selama setahun ini saya sudah melakukan 2 penelitian lapangan. yang pertama ke Sumba Timur, dan yang kedua di Desa Bumiharjo, Banyuwangi. saya belum pernah nulis tentang penelitian saya, insya Allah nanti akan saya post. pokoknya seru kalo lagi penelitian. itu yang kamu tunggu-tunggu bukan?!







intinya, saya gak senang dan gak sedih kuliah disini. biasa-biasa aja. karena sebenernya bukan tentang dimana, tapi siapa yang berdiri disana. selamat berjuang adik-adik :)