Di satu titik kamu sadar bahwa meraih mimpi tidak
semudah itu. Kamu masih ingat dengan semua mimpimu, kamu masih meyakininya. Hanya
saja perjalanan menuju mimpi itu kini tak senikmat dulu.
Dan ketika duniamu sedang gelap… seseorang hadir dalam
hidupmu. Meneranginya sedikit demi sedikit.
Kamu yang disini, dan dia yang disana.
Harapan itu kini menjadi berlebih.
Ingin melipat jarak, agar tak ada sekat lupa maupun
keraguan.
Kamu menjadikannya selimut di malam hari, saat raga
itu membeku menahan rindu.
Kamu menjadikannya payung, saat rindu menghujani
pelupuk matamu.
Tak ada yang tau kemana lagi takdir akan membawamu.
Jadi biarkan saja pertemuan nanti memperbaiki apa yang
dinamai ragu.