Monday, May 16, 2016

Jarak dan Keraguan

Terkadang, kamu tidak cukup peka dengan hidupmu sendiri. Kamu buta arah.. tidak tau kemana takdir telah membawamu. Saat kamu sudah jauh berjalan. Sampai bahkan lupa untuk menoleh ke belakang. Sudah sejauh manakah perjalanan ini?

Di satu titik kamu sadar bahwa meraih mimpi tidak semudah itu. Kamu masih ingat dengan semua mimpimu, kamu masih meyakininya. Hanya saja perjalanan menuju mimpi itu kini tak senikmat dulu.

Dan ketika duniamu sedang gelap… seseorang hadir dalam hidupmu. Meneranginya sedikit demi sedikit.

Kamu yang disini, dan dia yang disana.
Harapan itu kini menjadi berlebih.
Ingin melipat jarak, agar tak ada sekat lupa maupun keraguan.

Kamu menjadikannya selimut di malam hari, saat raga itu membeku menahan rindu.
Kamu menjadikannya payung, saat rindu menghujani pelupuk matamu.
Tak ada yang tau kemana lagi takdir akan membawamu.
Jadi biarkan saja pertemuan nanti memperbaiki apa yang dinamai ragu.