Saturday, May 14, 2016

Depresinya Mahasiswa


Hmmm. Kata yang umum untuk para mahasiswa, khususnya perantau. Tugas menumpuk, masalah cinta yang tidak ada ujungnya, masalah persahabatan yang mulai luntur, dan masih banyak lagi. Ketika kamu pulang, tapi bukan ke rumah. Ketika kamu pulang lalu sadar bahwa kamu sendirian. Tak ada ibu yang menanyakan bagaimana harimu hari ini.

Tak ada lagi tempat untuk bercerita atau sekedar bercanda gurau.

Kemudian.. kemudian alkohol mulai menjadi temanmu untuk mencurahkan segala emosi. Sudah berapa batang rokok yang kamu habiskan malam ini? Semata-mata karena tidak bisa tidur.

Keesokan harinya kamu tidak bisa bangun untuk kuliah. Kamu lelah. Kamu belum cukup tidur. Kuliah mulai terbengkalai. Nilai mulai turun. Semakin tidak ada harapan untukmu bahagia.

Kemudian.. kemudian kamu cari kebahagiaan di berbagai tempat. Kamu pikir sedikit berdansa di klub malam tidak apa-apa. Bertemu pria atau wanita baru yang bisa kamu “nikmati” sesaat.

Namun pada siang hari.. kamu tidak tahu harus berbuat apalagi. Dan kamu pikir menggores tanganmu dengan pisau bisa membantu. Kamu menunjukkannya dengan jelas,

“lebih baik sakit fisik daripada sakit mental.”

Temanmu mulai khawatir. Khawatir dengan keadaanmu, serta khawatir dia menjadi teman yang buruk karena tidak bisa menjagamu. Temanmu mulai bertanya,

“Apakah ketika itu kamu tidak memikirkan orangtuamu? Memikirkan sahabat-sahabatmu? Memikirkan cintamu? Memikirkan TUHAN-mu?”

Semua kalimat itu hanya masuk telinga kiri - keluar telinga kanan. Sampai akhirnya temanmu menyerah untuk mempedulikanmu.

Kamu saja tidak peduli dengan diri sendiri, untuk apa dia peduli dengan kamu?



Temanmu pun memiliki sebuah rahasia…..

Dia. Sama. Depresinya. Dengan. Kamu.

Thursday, May 12, 2016

Sajadahmu

kalau hatimu sedang sakit, gelar lah sajadahmu
ceritakan segalanya kepada Yang Selalu Mendengar 
lindungilah dirimu dari dosa-dosa itu

dosa-dosa yang pernah kita perbuat
ketika mata melihat yang tidak seharusnya di lihat
ketika telinga mendengar yang tidak seharusnya di dengar
ketika mulut bicara sembarang kata

pikiran yang semakin sibuk akan urusan dunia
serta hati yang semakin hari semakin keras

mohon ampun. ampuni aku ya Allah. katakan lagi.


ampuni aku ya Allah.

kalau hatimu sedang sakit, bersujud lah
ketika itu wajahmu ada di bumi, namun tanpa kau sadari doamu sampai ke langit

sesungguhnya Allah tidak pernah tidur 
sesungguhnya Allah tidak pernah lelah mendengar DOAMU

Wednesday, May 11, 2016

Matahari Halimun


perjalanan ini sudah berlalu sangat lama sekali. Februari 2015, kala itu. matahari halimun yang entah mengapa terbit dan terbenam dengan sangat cantik. pemandangan yang tidak bisa ku lupakan. angin yang mengibas rambut..

ingin ku rasakan sekali lagi

ingin ku gapai lagi

perjalanan ini sempat ku simpan sendiri. namun hari ini, izinkan lah aku memperlihatkannya kepada kalian.















Halimun, a piece of heaven


Wednesday, April 6, 2016

masuk BEM

Yap begitu banyak proses jungkir balik selama gue tinggal disini. Setelah menyesuaikan diri, mencoba move on dari masa SMA yang sangat amat sulit! Akhirnya it’s time to go out from my comfort zone! Karena kan katanya kita gak akan maju kalo gak berusaha keluar dari zona nyaman, hmmm. Sekarang gue ikutan BEM universitas. Semua berawal dari niat dalam diri sendiri. Gak ada paksaan dari siapapun, gak ikut-ikutan sama temen.

Proses pendaftaran yang pertama seleksi berkas, kedua wawancara, ketiga diskusi atau debat, keempat up grading

Ngisi berkas dengan pertanyaan-pertanyaan umum kayak, “apa kelebihan dan kekurangan kamu” ; “alasan masuk bem apa” ; “apa yang kamu ketahui tentang bem” ; “jelaskan karakter kamu” ; “apa masalah yang kamu ketahui di Udayana dan jelaskan solusinya” dan masih banyak lagi pertanyaannya

Nah wawancara ini jadwalnya tabrakan sama penelitian gue ke banyuwangi. Gue baru balik hari sabtu, sedangkan wawancara terakhir hari minggu, di jimbaran pula. Gue minta anterin Firly. Terus gue nyasar bingung tempat wawancaranya dimana. Alhasil gue jalan kaki jauh banget -,- bete pokoknya sampe udah gak berharap lagi. Terus akhirnya di wawancara di 4 pos. Gue lupa sih ada pos apa aja. Kalo gak salah kepribadian, keinginan, minat bakat, entah satu lagi apa. Di tanya-tanyain sampe merasa terpojok… gue jawab sesantai dan sepercaya diri mungkin. Pasti bisa.

Menjalani hari-hari biasa. Disuruh ikut LKMM TD fakultas. Cuma dipilih 5 orang dari setiap jurusan termasuk gue. Udah latihan buat inagurasi hampir setiap hari. Tiba-tiba H-1 LKMM TD, pengumuman lolos seleksi BEM. Gue lolos. Tapi besoknya harus ikut diskusi debat di Art Center. Bimbang harus pilih yang mana. Sebenernya boleh gak ikut diskusi tapi itu akan mempengaruhi penilaian gue di BEM. Jadi jam 12 malem gue memutuskan untuk gak ikut LKMM TD. Diomelin senior gue karna lebih milih BEM daripada fakultas sendiri hahaha

Ohiya, kementrian yang bisa dipilih ada dua. Gue milih kementrian sosial dan lingkungan hidup sama kementrian pemberdayaan desa. Pilihan sejuta umat kalo kata senior gue huhu. Sempet pesimis gara-gara yang milih super banyak. Pas wawancara juga gue ditanyain “apa yang bisa bikin kami memilih kamu di Antara pendaftar lainnya?” ; “kalo kamu dipindahin di kementrian lain, kamu bersedia atau ngga?” jawaban gue sok-sokan mau

Tahap ketiga diskusi debat. Semua orang aktif ngomong gue sampe bingung. Gue gak belajar dulu malam sebelumnya padahal dikasih clue kalo diskusinya tentang isu regional dan isu nasional. Yang lain pada up to date sedangkan gue krik krik krik. “WOY INI LAGI NGOMONGIN APA SIH?!” wakakaka. Yang pertama ngomongin reklamasi Bali, ya bisa lah tapi gue gak kebagian ngomong. Yang kedua ngomongin revisi UU KPK. Gue bahkan gak tau apa aja yang di revisi. Trus anak-anak FISIP, FH pada rebutan ngomong. Mereka tau pasal-pasalnya. Gue hanyalah mahasiswa manusia purba. Tapi di ujung sesi gue berhasil ngomong dengan cetar membahana HAHAHA really sepulang darisitu gue jadi rajin nonton berita di tv :(

Saat itu gue ke art center naik sepeda kira-kira 4 kilometer, lumayan setengah jam ada kali ngegoseh sepeda. Pas mau pulang sekitar jam 7 malem. Gue ditanyain sama senior-senior “kamu yang soslindup (singkatan sosial dan lingkungan hidup) kan? Kamu pulang naik sepeda?” seakan naik sepeda adalah keajaiban dunia. Trus ada satu senior gue namanya Kak Seira, dia nawarin gue nebeng dia aja sepedanya di bopong di motor. Katanya kasian gue malem-malem naik sepeda sendirian. Awalnya gue nolak karena gila itu ngerepotin banget…. Tapi Kak Seira nya maksa jadi gue mau. Di perjalanan gue bawel gitu nanya-nanya sama Kak Seira. Kayaknya dia ilfeel sama gue. DAN DIA NGANTERIN SAMPE KOSAN padahal rumahnya di jimbaran notabene jauh banget sama kosan gue. Baik banget dahhh. Pas udah di kamar gue nyari tau Kak Seira kementrian apa soalnya gue lupa #jahat

Kalian semua harus tau betapa cemingnya gue waktu tau Kak Seira adalah menteri koordinator kajian, sosial, dan lingkungan hidup. Bukan menteri soslindup, tapi MENKO! Menko itu jabatan tinggi, cuma ada 3 menko di bem pm udayana. Dan menko kajian, sosial, dan lingkungan hidup itu membawahi 4 kementrian (paling banyak) : soslindup, pemberdayaan desa, kebudayaan, kajian aksi kebijakan publik. Gue malu banget ya Allah. Udah SKSD sama menko, bye.


Selanjutnya ada tahap up grading. Ini tahap penentuan gue akan keterima atau ngga di bem. Kegiatannya nginep 2 hari di Tabanan. Di bagi jadi 6 kelompok, masing-masing kelompok isinya sekitar 12 orang. Gue kelompok 3, isinya ber12. 6 cewek, 6 cowok. Semuanya beda fakultas. Seru deh waktu hari-hari kumpul bareng kelompok ini. Jadi persiapan up grading itu ada banyaaaaakkkkk banget. Padahal waktunya cuma 2 minggu kepotong sama Hari Raya Nyepi. Kita harus menyiapkan debat tentang “hukuman mati untuk pidana narkoba”, terus presentasi tentang “Blok Masela”, terus harus bikin yel-yel dan pensi dangdut selama 10 menit. Tantangan terbesarnya mempertemukan waktu buat kumpul sih. Kan jadwal kuliahnya beda-beda. Kita kalo kumpul malem-malem di sekre fapet.

Singkat cerita up grading akhirnya dimulai. Kita otw naik motor, konvoi sampe Tabanan. Gue udah terkantuk-kantuk di motor. Gue dibonceng sama Aziz namanya anak agribisnis. Kasian deh dia harus boncengin gue. Berat. Dia sampe oleng melulu hehehe. Up grading seruuu banget. Bisa ketemu temen-temen hebat dari berbagai fakultas. Keuntungan terbesar sebenernya bisa punya temen dari setiap fakultas sih. Akhirnya kelompok gue terpilih jadi kelompok terkompak, hore!
Gue udah tau sih gue bakal keterima di soslindup. Sepede itu. udah di kodein juga soalnya sama senior. Nama menteri gue Kak Sutan. Waktu lagi makan, tau-tau dia nyamperin kelompok gue. ngajakin semuanya kenalan. Tapiii giliran gue mau kenalan, dia ngeskip gue, dia udah tau nama gue, “kamu Sarita”. Gue spontan bertanya “kok kakak tau namaku?”, katanya “kamu yang kementrianku kan? Semangat ya” HAAA RASANYA DIBILANG GITU SAMA KAK SUTAN BIKIN MELAMBUNG JAUH TERBANG TINGGI BERSAMA MIMPI TERBALUT DALAM LAUTAN EMOSI hihihi ok lebay. Karena dia super charming, dia menteri terganteng kayaknya…

Pas pengumuman akan masuk di kementrian apa, gue masuk ke antrian nomor 5. Benar saja, gue keterima di soslindup! Alhamdulillah. Bahagia banget. Tahun ini kementrian paling diminati no 1 kementrian pendidikan, no 2 soslindup, no 3 pemberdayaan desa. Jadi gue merasa ada kebanggaan aja gitu keterima di pilihan pertama gue. Di saat banyak yang kelempar ke kementrian lain.

So, di dalam kementrian soslindup ini ada menteri yaitu Kak Sutan, wakil menteri yaitu Kak Fitri. Dengan 6 staff : gue, Kak Yensa, Mila, Galang, Ito, dan Misbah. Udah mulai keliatan kelebihan-kekurangan setiap orangnya. Kita lagi on progress di program kerja pertama kita yaitu “EARTH DAY 2016”. Rangkaian acara yang lumayan bikin stress. Kak Sutan sabar banget sama kita yang baru belajar, Kak Fitri udah ngomelin kita ber6 berkali-kaliii akibat berbagai kesalahan. Hampir setiap hari gue ke sekre bem buat ngurusin ini-itu. bahkan sampe sakit juga karna kecapekan. Ya gitu. Karena ini proker pertama rasanya pengen ngasih best effort hehe


Selalu semangat menjalani pekerjaan demi Chandra Purnama dimanapun mereka berada. Kadang sedih sendiri karena pengen kerja bareng mereka lagi, huft. Tapi balik lagi, mereka aja pengen maju, masa gue engga? Suatu saat nanti kita pasti akan berkumpul lagi. Dalam keadaan yang sangat baik tentunya.


Sekian cerita gue masuk BEM. Sampai jumpa di cerita selanjutnya!


Thursday, January 28, 2016

Missing my home


Seperti yang kalian baca sebelumnya, sebenernya, kalo bukan gara-gara keluarga gue yang bernama Sisgahana atau Chandra Purnama, gue ogah untuk pulang di liburan semester ini. Karena gue pengen keliling Bali, gue udah bikin plan solotrip ke Sembalun, gue udah bikin plan ke Rinjani dan lain-lain. Gue adalah salah satu tipe teman yang memilih tinggal di tempat nun jauh, bikin orang-orang kesel. Gue ngerasa belum sedewasa itu. Gue masih suka goyah. Kerinduan gue sama sisga aja bisa bikin gue nangis-nangis pengen pulang bahkan PENGEN PINDAH. Lol. Gue berusaha menenangkan diri gue..

Sampe akhirnya gue ngerasa “kayaknya gue udah libur terlalu lama”. Dengan kegiatan gue disini yang sangat gabut. Walaupun belum puas ketemu anak-anak sisga soalnya malu aja bolak-balik terus wkwkwk dan rencana naik gunung GAGAL TOTAL. Sedih. Tapi yaudah… gue pengen pulang ke Bali

Super seneng dengan sahabat-sahabat yang udah maju dengan kegiatan mereka. Seneng punya sahabat keren. Dan yah mau gimana lagi kalo sekarang jalan kita udah terpencar. Yang penting gue tau suatu saat bakal ketemu mereka lagi! Bakal kumpul lagi pas udah jadi hebat. Karena kita semua mulai di jalan yang sama. Mulai dari masuk sisga, berangan-angan di lapangan softball SMA 70 tentang impian masing-masing. dan BOOM! Tiba-tiba gak kerasa kita udah pisah. Seneng sekaligus sedih kalo denger cerita dari mereka #baper

Guys, gue cuma pengen jadi orang biasa. Gue tau gue gabisa mengubah dunia tapi at least Indonesia bisa mengenal gue sebagai seorang yang bermanfaat. Someday I will!

Mungkin kalian udah tau tentang mimpi gue. Bahkan sebenernya mimpi-mimpi itu udah banyak yang terwujud di kurun waktu satu semester ini. Gue kabur dari Jakarta, gue hampir lupa sama semua hal yang pernah gue lalui dulu, gue jadi orang yang lebih positif karena orang-orang di sekitar gue sangat positif. Gue nyapa orang-orang di pagi hari menuju kampus mulai dari tukang parkir, tukang nasi kuning, ibu-ibu yang lagi beribadah. Gue ketemu orang dengan berbagai agama dan bertoleransi dengan mereka. Gue sadar kalo “Islam dirusak oleh orang-orang Islam” is true.

Di Bali gue belajar gimana caranya tetep gaul, tetep keren, dan bisa menjalani hidup selaras dengan kebudayaan mereka. Kearifan lokal mereka luar biasa. Mereka sangat baik dan lembut. Mereka gabisa mendengar kata-kata kasar. Mereka adalah orang yang kalo motornya dipinjem harus ngisi bensinnya sampe penuh dulu.

Di Bali gue jadi jarang main HP. Lebih sering ngobrol, baca, nulis, dan jalan-jalan tentunya. Di Bali gue belum pernah berpolitik sama sekali. And im happy with that life. Gue belum memulai apa-apa. Gue belum masuk organisasi apapun. And im still happy with my life. Happier than I could ever imagine. Gue merasa lebih dekat sama Tuhan padahal disana agama Islam minoritas. Orang-orang disana lebih bisa memaknai apa itu agama, apa itu kebaikan, apa itu karma dibanding disini.

And ive seen the trailer of my dream waktu ke Sumba. Tentang pemandangan savanna dengan kuda-kuda. Tentang anak-anak yang butuh sosok pengajar karena mereka pengen belajar. Gak ada lagi asap. Gue hanya mengejar matahari, mengejar bulan, mengejar kabut, mengejar alam pokoknya

Saat itu sudah datang, kawan. Im telling you.

Dan gue sudah merasakan hidup dengan angin mengibas rambut gue, almost everyday…


I AM ALIVE!


"Jakarta, long time no see..."


8 Januari, 2016

Kalimat yang muncul di pikiran gue waktu mendarat di Bandara Soekarno-Hatta. Sebelumnya semangat banget menghitung hari menuju hari dimana gue akan pulang. Sampai lama kelamaan jadi males untuk pulang. Rasanya berat untuk meninggalkan Pulau Dewata. 6 bulan tinggal di Bali dengan semua hal baru : teman baru, kampus baru, lingkungan baru. Tanpa ada yang sama seperti kehidupan gue sebelumnya. Tidak ada sama sekali yang tersisa dari kehidupan lama gue selain karakter gue sendiri.

Udara panas di Jakarta langsung menyambut gue yang sekarang sudah berhijab (Alhamdulillah). Gue bahkan baru sadar ternyata Jakarta memang sepanas ini. Gue pulang bareng sama anak antro. Teman seangkatan gue, Firly dan Elsa. Ada juga dua senior gue. Kita berpisah begitu saja. Kemudian gue ketemu bapak dan ibu. Cipika cipiki biasa, soalnya baru sebulan yang lalu bapak sama ibu ke Bali.
Waktu jalan menuju tempat makan di bandara, tiba-tiba ada yang menutup mata gue dari belakang. Gue gak kepikiran sama sekali siapa yang ada di belakang gue itu. Ternyata, jreng-jreng-jreng…

AISYAH.

Sialan. Sahabat gue yang satu ini memang hobi ngagetin orang dengan sifat randomnya. Kita berpelukan sambil teriak-teriak. Gue sangat bahagia melihat Ai. Dalam hati bersyukur punya sahabat kayak dia. So, thanks to you, Ai! To be honest, gue pulang karena kerinduan gue sama Sisgahana, terutama Chandra Purnama. Dan Ai merusak momentum. Tadinya gue pengen heboh pas syukuran. Bye.

Gue masih lelah waktu sampe rumah. Gue tidur sebentar. Merasakan hawa berbeda, hawa aneh, setelah sekian lama gak pulang. Entah kenapa setiap gue ada disini, melankolis gue suka gak bisa di kontrol. Padahal di Bali, gue cenderung cuek dengan “perasaan”, kayak udah kebal sama semua hal gitu.

Gue mengingat-ngingat apa saja yang sudah gue lewati. Ya Tuhan, gue pergi selama itu. Gue merasa diri gue berubah drastis dalam segala hal. Gue butuh beradaptasi lagi. Gue hanya singgah disini. Tempat tinggal gue yang sesungguhnya ada di Bali sekarang. Gue mengingat kembali masalah-masalah yang pernah-dan masih ada. Masalah apa aja yang harus gue selesaikan besok selama disini.

Kangen Della, kangen Dinda, kangen Ai (walaupun udah ketemu). Ada ratusan bahkan mungkin ribuan kenangan bersama mereka yang belum pernah gue ceritakan kepada siapapun. Kualitas waktu terbaik yang gue miliki itu waktu bersama mereka. Secara gak sadar setiap hari belajar sama mereka. Bukan cuma materi, tapi juga belajar tentang tanggung jawab, keberanian, kasih sayang, saling menghargai, terstruktur, dan lain-lain. Mereka adalah sahabat yang bisa menjadi hebat dalam keadaan serius, sekaligus menjadi sahabat terasik untuk bercanda. Lagi-lagi dalam hati gue bersyukur bisa memiliki mereka dalam hidup gue.

Waktu pisah, terus jauh-jauhan, sedih sih.. Cuma ya kita sama-sama mengejar impian yang sering kita bicarakan. Waktu kelas 3 SMA, hampir setiap hari kita saling cerita tentang cita-cita, mau kemana? Mau jadi apa? Mau ngapain aja? Ketawa sama-sama, nangis sama-sama. Sampai pada akhirnya, waktu berjalan sangat cepat. Kita udah memulai itu semua. Keberhasilan mereka adalah keberhasilan gue juga. Kesedihan mereka adalah kesedihan gue juga. Kebahagiaan mereka adalah kebahagiaan gue juga. Jatuhnya mereka adalah saat gue harus menarik mereka kembali.

Ketika masalah itu datang, gue berusaha gak gegabah. Gue berusaha mengambil hikmahnya. Ya mungkin masalah ini lah yang akan mempersatukan kita lagi. Bereempat lagi.


Ya Tuhan, sebenernya cuma mau bilang, kangen banget sama Chandra Purnama.


Saturday, January 16, 2016

Beler!!!


Beler alias Alqiz, adalah senior gue di Sisgahana. Cowok dengan gabungan antara bijaksana, asik, dan tegas ini adalah ketua angkatan Kabut Fajar. Pertama kali ketemu dia di PDGH (Pendidikan Dasar Gunung Hutan) ke-26. Saat itu gue masih jadi calon anggota yang lagi disiksa. Gue inget banget waktu itu hari ke-3 PDGH, gue udah ngablu, udah gak bisa mikir. Gue jalan paling depan terus ketemu Beler. Karena gue masih polos dan lugu, entah kenapa waktu itu angkatan gue ngeliat dia kayak ngeliat malaikat bahkan sampai menjadikannya senior terganteng setelah PDGH WAKAKA. Balik lagi ke PDGH 26, dia nyuruh gue lapor. Waktu ditanya namanya, dia jawab “nolnoltiga KF”. Dia jadi instruktur rapeling, dia gatau aja gue gak pernah bisa rapeling di sekolah. Bayangin saat itu gue harus rapeling paling pertama. Gara-gara liat mukanya galak gue langsung bisa turun begitu saja ke jurang di Halimun tersebut!

Lalu di Malam Ideologi, gue jadi bahan siksaan gara-gara Beler. Waktu mau ke pos 3 gue ketemu dia di pos bayangan. Ada agit gue juga, Batu dan Lubut. Dia ngasih gue nama Victoria, gue harus manggil dia Prince Handsome. Dia ngedoktrin gue dengan bilang kalo itu bukan PDGH, tapi lagi camping di New Zealand. Gua iya-iya aja! Beneran ngablu. Terserah orang deh mau ngapainin gue, gue rela. Terus gue disuruh lapor pake bahasa inggris, gini “report! My name is Victoria, number maid zero zero five! Camping in New Zealand 2012. Ready to have another instruction from Prince Handsome!”

Gue juga disuruh bikin gerakan balet sama pura-pura minum teh pake tea manner nya orang kerajaan. Sumpah gue mau aja digituin. Setelah di pikir-pikir begonya keterlaluan :(. Waktu ke pos selanjutnya kan disuruh ngulang semua yang disuruh Beler. Abis itu ya lo bisa mikir deh gue diapain sama senior-seniornya…

Waktu penutupan PDGH 26, yang gabakal gua lupakan. Beler yang ngasih slayer sisga ke gue sambil ngomong, “gue kasih buat Victoria ajadeh” wkwkwkwk sejak saat itu gue masih aja diledekin Victoria sama orang-orang. Sekalipun udah jadi senior kayak gini. Bahkan waktu syukuran PDGH 26, gue harus ngumpet pas Beler dateng soalnya gue beneran takut disuruh kayak PDGH lagi fiuuhhh.

Di saat banyak yang pengen dapet nomer 003, senior gue mempersembahkan nomer yang super keren itu buat gue. Dan waktu itu keren aja bisa samaan nomernya sama orang-orang keren kayak Beler atau Sate (pikiran gila seorang remaja putri)

Waktu gue jadi danlat, ternyata Beler juga mantan danlat alias ketua PDGH. Beler pernah ngasih wejangan tentang danlat maupun sisga ke gue sebelum PDGH 27. Mungkin dia udah lupa sama semua yang gue ceritain, tapi hal-hal keren yang gue dapatkan karna dia gabakal pernah gua lupakan #asyik #geli

Sooooo, hari ini gue menulis tentang arti seorang Beler buat gue karena hari ini dia berangkat untuk S2 di Belanda! Hiiikkkzzzzz

Sedih sih gabisa ketemu Beler untuk beberapa tahun ke depan. Cuma gue super bangga, salah satu senior terfavorit gue bisa suksess. Rasanya kayak melepas Mba Dea angkatan Parwata Satata ke Swiss waktu gue utas dulu (tulisan tentang Mba Dea bisa dibaca di blog ini dengan judul “Windeati Argapadmi”).


Semoga lo sukses ya Ler disanaa… asik bisa ice skate di jalanan, trus ke middle east, semua-muanya deh semoga terwujud. Jangan pernah lupakan sisgahana! Sampe ketemu di saat lo udah sukses nanti trus pulang ke Bulungan yeay!!


Tuesday, January 5, 2016

Mati


Bagaimana rasanya menjadi tiada?

Semua manusia akan mati. Mati itu mutlak. Dan aku memikirkan itu sekarang. Bisa saja nanti tulisan ini masih ada lalu ternyata aku sudah mati. Biar orang-orang tau aku pernah memikirkannya. Takut. Sepi.

Apa kalian pernah memikirkan bagaimana rasanya menjadi orang mati?

Bisa saja besok kamu mati. Bisa saja beberapa jam lagi kamu mati. Bisa saja hari ini adalah hari terakhir kamu bisa melihat dia yang kamu cintai. Lalu tiba-tiba kamu sendirian. Entah dimana kamu harus berdiri sendiri tanpa ada yang menemani. Apakah kamu sudah siap?

Mungkin ketika rohmu terangkat dari tubuhmu, kamu masih bisa melihat orang-orang di sekitarmu. Adakah yang peduli dengan kematianmu? Siapa saja yang akan melihat tubuhmu terbujur kaku?

Manusia sepertiku selalu saja lalai. Aku sering berpikir tentang masa depanku. Aku ingin lulus kuliah, jalan-jalan, aku ingin S2 di luar negeri lalu menikah. Punya anak 4 yang lucu-lucu. Membesarkan anak hingga tua. Tapi aku selalu lupa dengan kata “mati”. Manusia sepertiku selalu berpikir mati itu nanti ketika sudah menjadi nenek-nenek. Padahal tanggal kematian tidak ada yang tahu.

Aku ingin masuk surga. Aku pernah memimpikannya. Tapi ternyata aku tidak pantas masuk ke dalamnya. Bekal yang ku punya tidak cukup. Apa aku selalu khusyu dalam sholat 5 waktuku? Apa puasaku diterima, karena sangat sulit untuk menjaga emosi? Apa aku sudah membaca serta mengamalkan isi Al-Quran? Apa dalam satu hari aku pernah membaca Al-Quran lalu menghafalnya di luar kepala? Apakah di dalam sujudku, ada kata “terima kasih” kepada Allah, selain kalimat meminta ini-itu? Pernahkah aku ikhlas memberi sebagian harta yang ku punya demi yang lebih membutuhkan? Atau pernahkah aku menangis memohon ampunan dari Tuhan semesta alam?

Ternyata aku memang belum pantas masuk surga.

Sudah siapkah kita untuk kembali pada-Nya?



Sunday, January 3, 2016

My Point of View : Antropologi Religi


Manusia dan agama. Spesialisasi yang menurut saya paling menarik untuk dibahas dalam antropologi. Pasti kalian semua pernah ngomongin agama sama temen-temen kalian, terus tidak pernah ketemu ujungnya? Agama adalah salah satu dari 7 unsur kebudayaan universal. Hal yang paling sulit untuk dirubah karena sudah terdoktrin semenjak kecil. Iya, agama adalah doktrin. Agama adalah hal yang sangat subjektif, dimana hampir semua orang berpatokan pada agamanya sendiri ketika membicarakan kata “agama” itu sendiri.

Ketertarikan saya bermula ketika saya pergi penelitian ke Sumba. Disana saya menemukan unsur-unsur religi yang belum pernah saya lihat sebelumnya. Orang-orang Sumba membagi kasta mereka seperti masyarakat Bali Aga (Bali asli). di Bali, seperti yang sudah banyak orang ketahui, ada sistem kasta dan nama. Kasta itu sendiri terbagi menjadi 4, yaitu :

1. Brahmana / pendeta. Nama untuk kasta ini biasanya diawali dengan “Ida Bagus” untuk laki-laki dan “Ida Ayu” untuk perempuan.
2. Ksatria / bangsawan. Nama untuk kasta ini diawali dengan “Anak Agung”.
3. Waisya / prajurit. Nama untuk kasta ini diawali dengan “Gusti Bagus” untuk laki-laki dan “Gusti Ayu” untuk perempuan.
4. Sudra / petani. Nama ini tidak memiliki gelar, hanya dinamai menurut urutan lahir. Wayan (anak pertama) ; Made (anak kedua) ; Nyoman / Komang (anak ketiga) ; dan Ketut (anak keempat).

Jadi kalau kalian memiliki teman orang Bali, kalian sudah tau mereka termasuk ke dalam kasta yang mana. Zaman dulu masyarakat Bali tidak boleh menikah dengan kasta yang berbeda. Bahkan menurut cerita teman saya, kita tidak boleh menyentuh kepala dan pundak masyarakat yang bergelar “Ida Bagus’ atau “Ida Ayu”. Namun seiring perkembangan zaman, peraturan tersebut sudah tidak berlaku lagi.

Di Sumba, kasta pun dibagi menjadi 4, yaitu :

1. Pendeta.
2. Maramba / bangsawan.
3. Kabihu / masyarakat biasa.
4. Ata / budak.

Saya mendapat pengalaman yang luar biasa ketika dapat menghadiri pemakaman kaum Maramba pada bulan Oktober 2015 silam. Saat saya menginjakkan kaki di Tanah Sumba, saya terpesona oleh keindahan alamnya. Yang sekalipun kata orang kering kerontang. Menurut saya itu adalah salah satu hal terindah ciptaan Yang Maha Kuasa. Di perjalanan saya dari Bandara Waingapu sampai ke Desa Nggongi, saya hanya melihat sedikit peradaban. Yang saya lihat disana kebanyakan hewan-hewan ternak seperti sapi, kuda, dan kambing. Mereka semua berkeliaran di padang rumput nan kering. Hingga langit semakin sore kemudian matahari mulai hilang, saya mulai merasakan keadaan yang mencekam. Hanya ada kendaraan kami di tengah savanna gelap gulita. Tanpa listrik, tanpa lampu, tanpa sinyal. Pada saat itu tim kami hanya dapat tidur atau sekedar berdiam diri di truk. Sesekali kami melewati desa. Dimana desa-desa tersebut hanya memiliki beberapa lampu. Entah apa yang mereka lakukan di malam hari seperti itu.

Ketika sampai di Desa Nggongi, saya disuguhkan sirih-pinang. Sebelum itu saya sudah di brief oleh dosen saya bahwa sangat tidak sopan ketika seseorang menolak sirih-pinang di Sumba. Akhirnya saya mengunyah sirih-pinang (sejujurnya saya ingin muntah saat itu). Akhirnya kami bisa beristirahat disebuah pondok.

(Karena di post ini saya membicarakan religi, maka saya akan mempersingkat cerita)

Pada hari-hari berikutnya, saya menjalani prosesi pemakaman Raja Karera. Di Sumba sendiri, ada 6 kerajaan yang terbagi menjadi 3 kerajaan di Sumba Barat, dan 3 kerajaan di Sumba Timur. Raja Karera adalah salah satu raja terbesar dari Sumba Timur. Mayoritas agama di Sumba adalah Kristen Katholik. Uniknya, mereka memiliki prosesi berbeda dengan agama Katholik pada umumnya.

Jenazah di posisikan duduk memeluk kakinya, seperti bayi yang ada di dalam kandungan seorang ibu. Kemudian ada orang-orang yang di khususkan mengangkut jenazah raja ke “Rumah Masa Depan” yang berjarak sekitar 3km dari tempat persemayaman. Makam raja berbentuk batu yang sudah dipahat dengan esensi-esensi menarik. Sebelum dikubur, sang jenazah dikelilingi oleh 8 kuda. Setelah raja dikubur barulah prosesi pemotongan hewan dimulai. Pemotongan hewan ini dilakukan dengan cukup sadis, menurut saya. Karena hewan-hewan tersebut dibacok begitu saja ketika sedang berdiri. Ada kuda, kerbau-kerbau langka berusia puluhan tahun, dan babi-babi raksasa. Bahkan babi yang ukurannya hampir sebesar mobil itu langsung dibakar hidup-hidup. Dapat kalian bayangkan saya harus melihat semua itu, dan saya harus mendengar suara teriakan babi yang menyeramkan.

Setelah saya pulang dari Sumba, saya membeli buku “Antropologi Agama”. Dan saya baru belajar teorinya. Berhubung saya satu-satunya mahasiswa baru yang ikut penelitian itu. Jadi waktu penelitian kurang bahan hehe.

Ada metode penelitian makroskopik dan mikroskopik. Makroskopik memantau dari jauh, sedangkan mikroskopik memantau dari dekat. Ketika kita melihat sesuatu dari jauh, hanya itu yang dapat kita pelajari. Sedangkan ketika kita melihat sesuatu dari dekat secara detail. Dapat kita lihat bahwa sebenarnya ada konflik yang terjadi di dalam prosesi tadi.

Agama dan kepercayaan merupakan sesuatu yang berbeda. Agama, seperti yang kita ketahui, ada Islam, Kristen, Katholik, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Sedangkan kepercayaan hampir tidak dapat dihitung jumlahnya. Kepercayaan yang tercatat di Indonesia ada sekitar 295. Dan apa yang saya ceritakan di atas adalah kepercayaan yang bernama Marapu. Marapu sangat percaya dan menghargai roh nenek moyang. Itu lah yang sebenarnya dipercaya oleh orang-orang Sumba. Bisa jadi KTP mereka bertuliskan agama Katholik, namun sebenarnya keyakinan mereka hanyalah Marapu saja. Konflik yang terjadi di Sumba ialah pemerintah yang tidak mengakui kehadiran Marapu. Orang-orang yang ingin sekolah, ingin bekerja di suatu lembaga, ingin bekerja di pemerintahan, tidak dapat diterima apabila beragama Marapu. Masyarakat pun mulai berpaling dari Marapu. Mencoba hidup maju seiring berjalannya waktu serta tekanan globalisasi. Lalu apa yang terjadi? Kebudayaan khas Sumba perlahan ikut luntur. Karena budaya yang mereka jalani hampir semuanya berasal dari Marapu.

Dosen saya yang bernama Pak Purwadi. Menjadi orang yang berjasa di Sumba saat beliau masih muda dahulu. Ia telah melakukan penelitian untuk skripsi, tesis, sampai disertasinya di Sumba. Beliau ini yang memperjuangkan Marapu sampai akhirnya di akui oleh pemerintah. Karena jasanya itu, beliau diangkat sebagai anak angkatnya raja. Sempat tidak mau pulang, mau tinggal disana saja selamanya. Tetapi beliau memutuskan untuk menciptakan semangat kepada anak-anak muda di Indonesia agar bisa seperti beliau. Menjadi orang yang berguna, tentunya dengan banyak berkorban demi kepentingan oranglain yang lebih membutuhkan.

Pak Pur pernah bercerita tentang suatu desa di Sulawesi (saya lupa persisnya dimana). Di desa tersebut, rajanya harus memakai mahkota yang terbuat dari bulu burung cendrawasih. Burung Cendrawasih kan hewan langka yang dilindungi? Betul. Ada banyak komunitas pemburu Burung Cendrawasih yang mementingkan diri mereka sendiri alias mencari keuntungan pribadi belaka. Lalu tiba-tiba pemerintah mengecam desa tadi dengan alasan merusak ekosistem. Padahal hanya butuh satu Burung Cendrawasih untuk membuat mahkota raja tersebut, yang tidak akan dilakukan berulang kali. Rasanya tidak adil bila desa tersebut dihukum sedangkan pemburu-pemburu tidak bertanggung jawab malah didiamkan begitu saja. Begitulah polemik mengenai manusia, kepercayaan, dan kebudayaannya.

Yang saya pikirkan saat ini bukan tiba-tiba pergi ke pedalaman untuk membantu mereka. Belum, saya belum mampu. Saya ingin belajar mengenai agama saya sendiri, sebelum saya mempelajari agama oranglain. Saya yakin setiap agama memiliki keindahannya masing-masing. Kalau ada yang salah dari agama, itu pasti akibat perbuatan manusia. Karena sesungguhnya agama diciptakan untuk menjaga perdamaian. Damai dengan Tuhan, damai dengan manusia, damai dengan alam semesta.

Untuk orang-orang yang salah kaprah terhadap Islam yang katanya tidak toleran. Soal Islam tidak boleh mengucapkan “selamat natal” atau “gong xi fa cai” dan lain sebagainya. Saya rasa itu adalah urusan individu muslim itu sendiri. Kalau sudah tau tidak boleh ya cukup dijalani sendiri, tidak perlu diumbar-umbar sampai menyakiti hati pemilik agama lainnya. Kalau sudah menyakiti, tandanya tidak menghargai.

Bagi saya yang terpenting adalah iman kepada Allah. Iman berarti percaya. Hubungan antara dengan seorang individu dengan Tuhannya adalah urusan masing-masing. Islam agama yang toleran kok.



“untukmu agamamu, dan untukku agamaku” Al-Kafirun : 6


Saturday, November 28, 2015

Jodoh


Allah memberikan jodoh buat kita dengan berbagai cara. ada yang berjodoh di dunia, ada juga yang berjodoh di akhirat nanti. semoga jodohku ada di dunia maupun di akhirat, aamiin

untuk jodohku, dimanapun kamu berada sekarang, aku berharap kamu sedang menjaga diri. karena aku juga sedang menjaga diriku untukmu

untuk calon suamiku, entah aku sudah mengenalmu atau belum. aku berharap kamu adalah orang yang baik di sisi Allah, agar kamu dapat menggandeng tanganku sampai ke surga

untukmu, aku menunggu sembari memperbaiki diri. insya Allah, kita akan dipertemukan oleh Allah


اَÙ„ْخـَبِيـْثــاَتُ Ù„ِÙ„ْØ®َبِÙŠْثـِÙŠْÙ†َ Ùˆَ اْلخَبِÙŠْØ«ُــوْÙ†َ Ù„ِÙ„ْØ®َبِÙŠْثاَتِ Ùˆَ الطَّÙŠِّبَاتُ Ù„ِلطَّÙŠِّبِÙŠْÙ†َ Ùˆَ الطَّÙŠِّبُÙˆْÙ†َ Ù„ِلطَّÙŠِّبَاتِ.
“ Wanita-wanita yang tidak baik untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik adalah untuk wanita yang tidak baik pula. Wanita yang baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik. (Qs. An Nur:26)



3 Hari di Jogja


banyak yang bilang kalo waktu berjalan sangat cepat. tapi bagi gue 4 bulan rasanya kayak 4 tahun kalo ngga ketemu orangtua. gue gabisa pulang ketika gue pengen pulang. gak semudah itu. doa terus mengalir untuk mereka, dan setiap rezeki yang gue dapatkan pasti karena doa mereka..

gue harus menempuh perjalanan darat selama 31 jam untuk bertemu dengan bapak dan ibu. denpasar - jogja sekitar 700an km. gue nebeng temen bokap yang tinggal di Bali. gue harus merasakan awkward di tengah keluarga orang selama 31 jam. harus gue akui mental gue udah down banget saat itu. terakhir melakukan perjalanan kayak gitu waktu konvoi VW juga dari jakarta - bali. waktu pulang dari itu nyokap gue sakit parah. gue menahan rasa pengen meledak, "kapan nyampenya?"

perjalanan gue terhambat karena banyak faktor. mobilnya vw kombi udah tua, bannya sempet kempes. nungguin mobil konvoi lain yang belum nyampe, terus waktu hujan whipernya sempet rusak. ya Allah cobaan banget pokoknya

but when i finally arrived....

i saw my dad. waktu sampe di hotel jam 11 malem, ketemu nyokap terus dipeluk, diciumin, kayak gapernah ketemu selama 1000 tahun. masalah gue yang 31 jam di mobil orang, baru kehilangan orang yang gue sayang karena kita beda agama, ada masalah sama sahabat, tugas numpuk, semua-mua itu langsung gaada artinya. waktu mandi, i cried a lot! dan kalo gue disuruh mengulang perjalanan selama 31 jam itu lagi demi melihat orangtua gue, gue rela! sangat rela!



Allah telah menguji gue dengan banyak banget cobaan. bahkan di saat gue berniat untuk menjadi lebih baik, Allah menambah lagi ujian itu jadi semakin berat. gue telah kehilangan banyak hal demi jadi orang yang lebih baik di mata Allah. atau mungkin tidak. gue pikir gue kehilangan, padahal ngga. rasanya berat banget. tapi ternyata, Allah menepati janji-Nya. Allah mengganti rasa kehilangan gue dengan hal-hal yang jauh lebih baik... salah satunya adalah kebahagiaan gue di dalam keluarga. dan masih banyak lagi! sampe-sampe gue gak merasa pernah kehilangan sedikitpun :)

setelah pulang dari jogja, bismillah, barakallah, gue berhijab

mungkin ini cuma sugesti. tapi gue jadi merasa aman dengan berhijab. gue bisa menahan diri dari perbuatan yang buruk. terserah orang mau berkata apa. yang jelas gue bahagia dengan pilihan gue. cuma Allah tempat bersender yang paling sempurna..

semoga gue bisa menginspirasi kalian yang membacanya :)



Saturday, September 26, 2015

Idul Adha 1436 H


idul adha pertama tanpa keluarga, tanpa opor, tanpa rendang, tanpa takbiran. sedih. gue sampe nangis waktu denger takbiran tadi pagi. sangking ngga ada nya yang takbiran deket kost. trus gue harus jalan kaki sekilo lebih kira-kira buat sholat. jalan kaki jam 6 pagi. bahagia banget liat sesama muslim menuju tempat sholat

bahkan ngga ada sapi, ngga ada kambing yang gue liat. gue cuma sholat ied, trus pulang makan warteg. alhamdulillah Febby lagi kedatangan ibunya trus gue dikasih makan enak. mantap chi. itu aja udah bersyukur banget :')

bersyukurlah kalian masih bisa berkumpul dengan keluarga





kemaren, fakultas gue ulangtahun yang ke-57. bahkan fakultas gue lebih tua daripada universitasnya. soalnya fakultas gue emang perintis udayana gitu. untuk merayakan ultahnya, diadakanlah jalan santai sama berbagai lomba perjurusan




lombanya jadul banget sih, kocak. ada lomba tarik tambang, makan kerupuk, ngambil koin, sama ngambil belut. gue ikut tarik tambang, tau sendiri kalo badannya gede.... seru sih. antro kalah sama sastra jepang. GARA-GARA SATU ORANG PAPUA BERNAMA IDA, dia super strong. gakuat. rambutnya reggae gitu kayak yang gue mau. trus dia nariknya bener-bener dah ya. orang mah tarik tambang badannya mundur, dia gausah mundur. talinya yang mundur. gue jadi sedih ngingetnya :( gue baru tau dia emang kuat banget. bahkan dia ke gereja jalan kaki 4 kilo disini. astaga. abis itu ada senior yang bawa ular ke kampus sampe dijadikan ajang buat foto-foto hu #sedeng



temen gue yang di atas ini namanya Ayu Heppi dari Flores. dia maksa gue buat motoin dia. tapi dianya takut sama ular sampe mual-mual gajelas. sedih bet. yaudah gitu aja ceritanya maaf ya gapenting


Monday, September 14, 2015

Sedikit tentang Antropologi Budaya


cuma sedikit orang yang tau tentang antropologi itu apa. udah gitu di internet juga jarang orang cerita tentang ini. jadi, post ini ditujukan bagi kalian yang kepo tentang antropologi

apa sih antropologi? 

"oh, yang gali-gali tanah itu ya?"

"oh, yang meneliti fossil itu ya?"

"oh, yang belajar tentang manusia purba itu ya?"

ANDA BENAR!

sekaligus salah. yang suka gali-gali tanah dan fossil itu arkeologi. arkeologi adalah suatu cabang ilmu yang mempelajari zaman prehistori (sebelum manusia mengenal huruf). salah satu kegunaannya adalah untuk mencari bukti sejarah perkembangan dunia.

bukan berarti antropologi ngga gali tanah atau meneliti manusia purba. arkeologi merupakan subilmu dari antropologi juga. ibaratnya kalo filsafat itu mempertanyakan Tuhan, manusia, dan alam. antropologi merupakan ilmu yang mempertanyakan, "darimana asal-usulnya manusia?" 

intinya, semua cabang ilmu yang berhubungan dengan manusia, pasti ada hubungannya dengan antropologi. itulah sebabnya, di jurusan yang ada hubungannya dengan manusia (kebanyakan soshum), pasti ada mata kuliah antropologi-nya.


kalo kalian nyari di internet, yang ketemu pasti ini

anthropos = manusia ; logos = ilmu ---> antropologi = ilmu yang mempelajari tentang manusia / the study of man

tapi... manusia itu kan rumit banget. banyak ilmu yang belajar tentang manusia juga. kedokteran, mempelajari manusia, raganya secara biologis. psikologi, mempelajari manusia, tentang sikap / behaviornya.

jadilah ada nama belakangnya = antropologi budaya. belajar tentang manusia dan kebudayaannya.



di universitas-universitas yang ada di Indonesia ada 2 antropologi, antropologi budaya dan antropologi sosial. menurut buku Pengantar Antropologi karya Koentjaraningrat, antropologi sosial merupakan salah satu subbab dari antropologi budaya

budaya sendiri artinya luas. budaya ada dimana-mana. budaya ngga cuma ada desa. budaya ngga cuma tari-tarian atau pakaian adat. budaya merupakan hal yang pasti dimiliki oleh setiap insan manusia.


materi pembelajarannya,

materi-materi yang dipelajari ngga jauh beda sama jurusan sosiologi, psikologi, dan filsafat

kesempatan kerja,

biasanya yah kalo kuliah pasti ditanyain, "nanti mau kerja dimana?" atau "peluang kerja jurusan kamu apa?". banyak yang bilang "HRD, kemendikbud, guru, pegawai swasta" yaampun chi, generasi emas pasti punya impian yang besar. ngga cuma sekedar jadi seorang "pekerja"

"saya ngga akan kerja untuk oranglain!" gitu dong teman-teman!!!


menurut saya, antropologi itu mempelajari hal-hal yang ngga boleh dibicarakan, yaitu : SARA. suku, ras, dan agama. jadi kalo dosennya ngomong "si A kulitnya hitam, si B keturunan orang India, si C rambutnya kribo" bukan karena dia mau menghina :( tapi karena memang itu yang kita pelajari


saya masih newbie tentang antropologi, tapi sekarang saya tau tanda-tanda kalo kalian harus belajar tentang antropologi!

1. kamu suka membaca, terutama tentang sejarah. dan kamu suka menulis, tentang apapun itu!

2. kamu suka mempelajari kebudayaan. yang unik-unik, yang jarang oranglain tau

3. kamu suka filsafat. banyak orang menilai filsafat itu bisa bikin orang jadi gila bahkan jadi ngga punya agama. bagi saya, orang-orang seperti itu hanyalah orang yang belum pernah membaca Al-Quran dan hadist. filsafat adalah ibu dari pengetahuan, dan filsafat itu SERU BANGET! andai saya disuruh mengulang pilihan jurusan kuliah, saya akan memilih jurusan filsafat.

4. kamu suka semua pelajaran dan pengen belajar semuanya. di jurusan antropologi, kamu bisa memilih spesialisasi apapun yang kamu mau. selama ada hubungannya dengan manusia, kamu bisa mempelajarinya di antropologi

5. terakhir, kamu suka jalan-jalan. antro ngga pernah berhenti meneliti!


ngomong-ngomong tentang Universitas Udayana Bali. disini ngga usah jauh-jauh ke desa untuk melihat suatu kebudayaan. di sekitar saya aja banyak banget hal yang bisa diteliti. Bali adalah salah satu tempat yang bisa membuka mata lebar-lebar tentang dunia. karena disini banyak orang dari luar negeri. baik yang cuma sekedar liburan, maupun yang sedang belajar. tempat ini masih dalam proses berkembang, masih banyak kekurangannya.


Tari Kecak, Uluwatu

disini saya menyadari banyak hal, terutama tentang pendidikan di Indonesia yang belum merata, tapi sudah mulai merata. anak-anak daerah sudah banyak yang sadar akan pentingnya pendidikan buat negara kita.

di kelas saya 50% isinya orang dari Timur. seneng aja melihat mereka semangat belajar. ada yang dari Papua, dari NTT, dari Sulawesi Tengah. mereka jauh-jauh belajar di perguruan tinggi negeri, demi membangun daerah mereka nantinya.

saya belajar banyak dari mereka tentang sisi lain dari Indonesia. teman saya bernama John, asal dari Maumere, Papua Barat. bercita-cita mengembangkan industri lokal supaya Papua terlindungi dari negara asing. beberapa teman saya yang berasal dari Flores tinggal di kabupaten Manggarai dan Bajawa. di Bajawa itu ternyata banyak sekolah elite yang isinya anak-anak ganteng keturunan portugis. Bajawa hanya sebuah tempat kecil yang dikelilingi sejuta keindahan alam. di Manggarai, sinyal wifi ada di jalan-jalan, bukan cuma di rumah atau tempat pariwisata. keren kan! di Palu, Sulawesi Tengah, bioskop cuma ada satu, updatenya 2 minggu setelah filmnya keluar di Jakarta. teman saya yang satu ini lumayan metal, dia ngga mau kalah gaul sama Jakarta, katanya hahaha. di Bali, tarian, pakaian, dan norma budaya mereka masih sangat kental. bahkan di acara-acara anak muda sekalipun. mereka semua appreciate, bangga dengan apa yang mereka miliki. yang lebih membuat saya tercengang, ngga ada laki-laki yang akan menggoda kamu, semalam apapun kamu pulang. dan ngga akan ada yang nyuri barang kamu, sekalipun itu motor yang kamu tinggal bersama kuncinya. karena orang Bali percaya dengan hukum karma. saya ngga bisa menjelaskan ketulusan orang-orang seperti mereka dengan kata-kata. kalau katanya baik itu relatif, mereka baiknya mutlak.


Bajawa


Manggarai



penelitian antropologi budaya di Udayana sudah diatur oleh akadamik. dan untuk angkatan saya, diwajibkan menulis skripsi tentang etnis di NTB atau NTT. sebahagia itu mendengarnya...


Sunday, September 13, 2015

Udah Sebulan, nok!


secepat itu dunia kuliah merubah saya. 

HAMPIR SEMUA HAL DI HIDUPKU BERUBAH

termasuk menjadi awam dengan kata "gue-elo". kalian bakal kaget denger aku ngomong. logatnya jadi ke Bali-Bali an. memakai imbuhan "nok" dan "chi" di setiap kalimat yang aku katakan!

masa-masa culture shock sudah lewat. aku punya teman menangis ketika sedang homesick. namanya Amani Lauretta Febriani Gaeli / Febby (ig : cleamani). teman sekost yang hobi minjem barang. lama-lama barang di kamarku ilang semua nok. Febby adalah anak psikologi di udayana. saat homesick yang paling ku ingat : 2 minggu tinggal disini sendiri, aku sedang menyuci baju, kemudian menangis begitu saja karena teringat ibu. ibu yang setiap hari menyuci bajuku selama 18 tahun. nangis deh. cengeng deh. ngeline ibu sambil merengek bilang terima kasih dan minta maaf. random kan...




teman sekost lainnya yang selalu membantuku lupa dengan masalah hidup : Muhammad Torkis Irawan / Torkis (ig : torkisrn) & Azhari Dadas / Dadas. Torkis teman sejurusan sedangkan Dadas jurusan manajemen internasional. mereka berdua baiknya parah! bahkan mereka mau ngebantuin aku nyikat kamar mandi hahaha. gara-gara temenan sama mereka, aku jadi tau keseharian cowok itu gimana. salah satunya adalah, mood mereka jarang berubah. ya gitu-gitu aja, simple. sedangkan aku sama Febby udah labil ngga jelas. kadang marah, kadang ngakak, kadang nangis. makanya kalo aku sama Febby udah mulai stress, Torkis cuma bisa geleng-geleng kepala sambil ngomong, "iyadah, cewek selalu benar" HAHAHA

 
pulang kuliah nebeng pick up hiks

 
Torkis lagi nenangin Dadas yang lagi stress ospek



aku, Febby, dan Torkis bahkan sering melakukan late night conversation. which is very baper! 


masih bingung dengan "nok" dan "chi"? itu cuma imbuhan aja. kayak "nih" atau "loh"

"aku belum makan nok" = "aku belum makan nih"

sangking seringnya ngedenger orang ngomong gitu aku sampe ketularan...


Bali beda banget sama Jakarta. jangankan Jakarta, sama Jawa deh bedanya. disini ngga ada adzan, di TV, di radio, maupun di dekat kost-an. adanya puja trisandhya. adzannya agama hindu. puja trisandhya diputar setiap jam 6 pagi, 12 siang, dan 6 sore. makanya adzan adalah salah satu hal yang paling aku rindukan



POKOKNYA SEMUA HAL BEDA


aku pusing chi


Sunday, July 26, 2015

Dean Ario Seto


gue merasa "kayak ngga ada topik lain aja" hahahahaha biarin ah


Dean, lebih akrab disapa Konyet atau Arseto di berbagai social medianya, adalah cowok brewokan berbentuk sulley di film monster inc

sekelas waktu kelas 12. dia ketua kelas. ketua kelas yang hobinya ngibulin guru-guru.

dia ketua ekskul pusdok / pustaka dokumentasi, ekskul fotografi gitu di SMA 70

punya vespa warna abu-abu namanya Tancho. konyet dan tancho hobinya sama : jatoh. udah berkali-kali jatoh

salah satu cowok romantis ala tahun 1990an. kuno.

gayanya ala anak band. kostumnya mirip-mirip sama cowok di white shoes and the couples company

wawasannya luas tapi ngga pinter pelajaran. males banget orangnya. tidur mulu di kelas

calon suami yang kebapakan banget HAHA LOL

penyayang keluarga, disayang keluarga. jadilah ia sosok yang menghargai wanita #ea

BARU SATU KALI JATUH CINTA! cowok pertama yang berhasil bikin gue nangis gara-gara cerita kisah cintanya :" sedihhh...

keras kepala. suka ngajak berantem. selalu debat sama orang-orang. jago ngomong.

teman curhat sejati



best convo

D "*ngasih poster konser* Yuk ah."
S "besok UN.. gue belom belajar"
D "oiyaya gue juga. parah nih akun w. malah belajar english gue" HAHAHA h-1 UN ):

D "waktu sar. kejam memang dia. siapa tak tahan, siapa tak kuat, harus siap berubah"

D "dia dikasih bunga sar. bagus bunganya. lebih keren dari chuppa chups, sama sate padang yg gue kasih" #sedih

S "berdoa yang banyak sana wkwkwk"
D "gue kebanyakan Tuhan sar. jadi bingung mau doa kemana. lo aja deh yang doain"

D "pokoknya lo ke prom sama gue. gue jemput pake delman biar romantis. pokoknya jas gue warna item dalemnya kemeja floral merah. doi mah udah ada yg ngajak, kalo sama gue nanti masuk angin. kalo lo kan udah biasa. pokoknya samain yaa warnanya. kalau gaada dress, pake jersey ac milan aja"
S "ah payah lo. gue maunya digendong gamau pake delman. gakebayang gue pake jersey ac milan ke prom..."
D "kalau gue gak payah, sekarang gue ama doi lagi makan kepiting bakar haji sholeh di ancol. iya gue gendong. HAHA ANJIR GUE JG LG NGEBAYANGIN OY. komuk lo begitu lagi. wah gokil sih sar. best dress. gue setelan udah gokil. jas, kemeja floral, celana pendek, terus slop. lo jersey ac milan ama sepatu futsal. jadi kalau dikatakatain, kita dikatatain berdua. dan berdua lebih baik daripada sendiri." (kita sering bercanda kayak gini.. sebenernya kita ke prom sendiri-sendiri. gue ngakak aja jersey ac milan)

D "capek sar jadi bajingan. enak sih bisa kesana-keisini dari hati ke hati. tapi percuma. cuma sesaat. pokoknya kalau lo punya anak cowok ntar, jangan ampe jadi bajingan ya. ceritain aja nasib gue. si bajingan yang tiba-tiba jatuh cinta, terus malah ciut. bingung mau ngapain. kalau mau tau rasanya punya anak brengsek, tp tetep sayang sama orangtua, tanya nyokap gue aje"

D "kelemahan gue sekarang cm 5. 1.eyang gue nangis, 2.nyokap nangis, 3.doi nangis, 4.nonton film bollywood (apaaja), 5.titit gue di sentil" 

D "bollywood bagus tau. efek animasinya dikit. kuat di alur cerita, dialog, sama penataan musik. sedih sar. mana pernah kegep nyokap nangis pas nonton bollywood, gue bilang aja kelilipan, gila ye"

S "payah lu"
D "kalau gak payah besok gue ama doi udah ngubekngubek buku Socrates sama Plato di toko loak pasar senen. sorenya makan es cikini di samping taman ismail marzuki."

D "cukup abang sar yang ngerasain nunggu. untung abang nunggu sambil ditemenin teh anget manis. jadi santai. *ngasih foto doi* noh kaya gitu sar. gakuat kan senyumnye. buat diceritain ke cucu sar. cerita kalau kakeknya pernah sampe ngeluarin darah dari kuping. sampe harus bolak balik rumah sakit. sampe harus jadi seculun-culunnya culun garagara makhluk Tuhan yg paling aduhai"




ciye banget kan dia, udah ada yg suka belum?


Wednesday, July 15, 2015

Versus


seringkali, otak berkata, "pergilah, jangan kembali lagi"

lalu hati selalu memaafkan dan berkata, "kembalilah, jangan pergi lagi"


Tuesday, July 14, 2015

"Music is What Feelings Sound Like"


current crush :

Mesin Penenun Hujan by Frau https://soundcloud.com/leilanifrau/mesin-penenun-hujan

kutipan favorit "kau sakiti aku, kau gerami aku. kau sakiti, gerami, kau benci aku. tetapi esok nanti kau akan tersadar, kau temukan seorang lain yang lebih baik. dan aku kan hilang.. ku kan jadi hujan. tapi takkan lama ku kan jadi awan"

Water by Frau https://soundcloud.com/leilanifrau/water

Sendiri by Float https://soundcloud.com/floatproject/sendiri-guruh-sukarno-putra

Sementara by Float https://soundcloud.com/floatproject/sementara-float2nature

kutipan favorit "sementara teduhlah hatiku, tidak lagi jauh. belum saatnya kau jatuh, sementara ingat lagi mimpi. juga janji janji jangan kau ingkari lagi. percayalah hati lebih dari ini, pernah kita lalui, jangan henti disini. sementara lupakanlah rindu, sadarlah hatiku hanya ada kau dan aku.."

Pulang by Float https://soundcloud.com/floatproject/pulang

kutipan favorit "dan lalu.. rasa itu tak mungkin lagi kini tersimpan di hati. bawa aku pulang, rindu, bersamamu. dan lalu.. air mata tak mungkin lagi kini bicara tentang rasa. bawa aku pulang, rindu, segera - dan lalu.. o, langkahku tak lagi jauh kini, memudar biruku. jangan lagi pulang, jangan lagi datang, jangan lagi pulang, rindu. pergi jauh!"

I'll Take You Home by Suara Awan (Ananda Badudu, Rara Sekar, Gardika Gigih Pradipta, Pepi, Jimi, Suta, Alfin) https://soundcloud.com/gardika-gigih-pradipta/ill-take-you-home-suara-awan-ananda-rara-gigih-layur-jimi-suta-alfin

Rindu by Banda Neira https://soundcloud.com/bandaneira/rindu-musikalisasi-puisi

di Beranda by Banda Neira https://soundcloud.com/bandaneira/di-beranda

kutipan favorit "oh ibu.. tenang sudah. lekas seka air matamu. sembapmu malu dilihat tetangga. oh ayah.. mengertilah. rindu ini tak terbelenggu. laraku setiap teringat peluknya - dan jika suatu saat, buah hatiku, buah hatimu, untuk sementara waktu pergi. usahlah kau pertanyakan kemana kakinya kan melangkah. kita berdua tahu, dia pasti pulang ke rumah"

Pulau Laut by Jalan Pulang https://soundcloud.com/jalan-pulang/pulau-laut

kutipan favorit "entah bagaimana caranya kau menumbuhkan tangkai rindu pada reranting jemari yang tak pernah kau genggam lagi. jejak langkahmu yang tertinggal tak sepenuhnya mampu ku ikuti. di satu pagi yang sepi, ku lihat kau melangkah sendiri. tiada lagi jejakku menemani perjalananmu yang berliku. ku tahu pasti kau kan lelah dan terluka. tapi bukankah kita semua begitu? aku tak bermaksud menangisimu.. ingin ku hapus lelah dan air matamu. aku hanya terlalu merindukanmu. maafkan aku. melipat perahu untuk ayah, dari selembar doa yang mengalir dalam tubuh. berlayarlah sejauh kau mau. ku tahu kini kau takkan pulang...."

Voor Dilan by Pidi Baiq https://soundcloud.com/pidibaiq/voor-dilan-1

kutipan favorit "aku mungkin bukan aku yang dulu. bukan lagi yang selalu berdua denganmu. waktu telah membawa aku pergi tetapi perasaanku tetap saja, kepadamu. hari baik yang dulu sudah baik padaku, terima kasih, aku suka kamu, itu akan selalu. jadi mengapa harus lama-lama termenung? waktu terus bergerak bahkan ketika kau diam. biarkan rindu bagiku, yang pernah bahagia. masa indah di sekolah bersamamu, dahulu"

Voor Dilan #2 (Kaulah Ahlinya Bagiku) by Pidi Baiq https://soundcloud.com/pidibaiq/voor-dilan-2-kaulah-ahlinya-bagiku

kutipan favorit "dimana kamu ketika ku mau? apa kau juga ketika ku rindu? dengarlah sunyiku, dengarlah diamku. dan rindu engkau lah ahlinya bagiku - biarlah rinduku, ku mau kabarmu. dan rindu sunyilah akhirnya wakilmu"

*lagi euforia terbitnya novel Dilan yang ke2* *belum baca* *beliin dong*



Monday, July 13, 2015

Lebih Berharga


sahabat itu ngga perlu ada setiap waktu. tapi saat kita butuh, mereka selalu ada di samping kita untuk jadi senderan

dan cara terbaik untuk menilai sahabat adalah : kepeduliannya di saat kita susah. suatu saat nanti, orang-orang itulah yang pantas dikatakan sebagai sahabat terbaik.






kita selalu bareng, kita selalu siap jadi senderan,

and we will always support you (:


Saturday, July 11, 2015


kita ngga bisa memilih soal apa yang kita rasain,

tapi kita bisa memilih untuk melanjutkannya atau ngga.

dan kita sama-sama tau jawabannya.